Kebutuhan Tenaga Kerja Industri 600 Ribu per Tahun, SMK Kemenperin Terapkan Program Setara D1

0
93
SDM Industri
Ilustrasi SMK Industri setara Diploma 1. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian Arus Gunawan menyebut bahwa pihaknya fokus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk melalui penyelenggaraan sekolah vokasi pada jenjang sekolah menengah.

Saat ini, salah satu sekolah menengah Kemenperin, yaitu SMK-Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMK-SMAK Bogor) memiliki kompetensi berbeda dibandingkan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lainnya. Keunggulan dari sekolah ini, lulusannya memiliki kompetensi setara dengan Diploma 1 atau D1.

“Dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri yang besar, mencapai sekitar 600 ribu orang per tahun, keberadaan SDM kompeten menjadi faktor sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri. Sehingga Kemenperin melalui unit pendidikannya menyelenggarakan pendidikan setara D1 sebagai wujud nyata kerja sama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri,” jelas Arus Gunawan dalam keterangannya, pada Jumat, 30 September 2022.

Arus menjelaskan pelaksanaan Pendidikan di SMK-SMAK Bogor selaras dengan komitmen BPSDMI Kemenperin untuk memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan. “Pembelajaran di SMK-SMAK Bogor diselenggarakan selama empat tahun, sehingga kompetensinya setara dengan D1, bahkan lebih karena yang dipelajari sebagian besar merupakan mata pelajaran yang disampaikan di tingkat perguruan tinggi,” katanya.

Jenjang D1 merupakan program pendidikan yang memiliki masa belajar paling singkat dibandingkan dengan program diploma lainnya. SMK yang dapat menerapkan program setara D1 adalah SMK yang telah memenuhi syarat dan kualitas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain penyelenggaraan program pendidikan setara D1, SMK yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat ini juga menduduki peringkat pertama untuk SMK terbaik berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) selama tiga tahun berturut-turut dari 2020 sampai 2022.

Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak terlepas dari peran SDM, sarana prasarana, sistem PPDB, dan juga kurikulum. SMK-SMAK Bogor dilengkapi dengan sarana prasarana lengkap sesuai dengan tuntutan industri. “Kemudian, Kemenperin juga menyelenggarakan sistem penerimaan siswa baru yang sangat selektif melalui jalur Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS), baik JARVIS Prestasi, JARVIS Bersama dan JARVIS Mandiri, sehingga terpilih siswa-siswa yang berkualitas sebagai SDM industri” jelasnya.

Wakil Manajemen Mutu SMK-SMAK Bogor Rusman menyampaikan kegiatan belajar di sekolah tersebut menggunakan kurikulum yang terintegrasi antara Kemendikbud serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri. Pembelajaran dilaksanakan dengan metode dual system dengan proporsi 70% praktik dan 30% teori yang berlangsung selama empat tahun, termasuk program magang di industri selama enam bulan.

“Berdasarkan testimoni yang disampaikan oleh industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri, bahkan dibandingkan dengan lulusan D3. Mereka dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, dan cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” jelasnya.