Kemitraan Antar Negara Kunci Terbentuknya Rantai Nilai Global yang Lebih Hijau

0
139
WTO Public Forum 22
WTO Public Forum 22 di Jenewa, 30 September 2022 (Foto: WTO)

(Vibizmedia – Jenewa)  Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjadi panelis dalam event WTO Public Forum 22 di Jenewa, 30 September 2022, yang mengusung tema “Greening Global Value Chains”.

Dalam forum ini, Wamendag menegaskan, kemitraan antarnegara menjadi kunci untuk menciptakan rantai nilai global (Global Chain Value/GVC) yang lebih hijau. Kemitraan ini diyakini dapat mempermudah akses alat dan teknologi yang lebih canggih untuk memperkuat hasil. Selain itu, juga sinergi pemerintah dan swasta harus terus didorong untuk menghadapi tantangan multidimensi.

Turut hadir dalam forum ini  Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Jose Rizal Damuri.

Wamendag Jerry menegaskan,  kemitraan antarnegara menjadi kunci untuk menciptakan GVC yang lebih hijau. Pemerintah Indonesia sesuai dengan tema Kepresidenan G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ akan meningkatkan kemitraan menuju penghijauan rantai nilai global.

Wamendag Jerry mengatakan, salah satu peran yang dapat dilakukan negara maju untuk mendukung negara berkembang bertransformasi menjadi ekonomi yang hijau, antara lain dengan memberikan dana, menyediakan teknologi, dan membantu pengembangan pendidikan dan pelatihan dengan menggandeng ilmuwan kedua negara.

Ia melanjutkan, GVC menjadi hal penting dan menjadi komitmen dari anggota G20. GVC memberikan banyak manfaat, khususnya bagi para pelaku usaha di berbagai lapisan untuk turut berpartisipasi di pasar global. Selain itu, juga memberikan kesempatan yang luas bagi para pelaku usaha untuk mengakses pengetahuan dan modal di luar ekonomi domestik.

Menurut Wamendag Jerry, GVC dapat meningkatkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik, serta mengurangi kemiskinan. GVC menjadi sarana penting untuk meningkatkan partisipasi negara berkembang dalam perdagangan global.

Selain itu, Wamendag Jerry juga mengungkapkan, perubahan iklim merupakan tantangan paling mendesak yang dihadapi manusia abad ke-21.

Ia menambahkan,  perubahan iklim diperkirakan terus meningkat. Untuk itu mau tidak mau  hal ini memaksa kita untuk mengadopsi strategi dan kebijakan pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Sehingga, GVC yang lebih hijau sangat penting dan mendesak. GVC menjadi fokus setiap pengentasan perubahan iklim yang serius.

Wamendag Jerry menyampaikan ekonomi yang sebagian besar didasarkan pada pertanian, kehutanan, dan produksi bahan mentah semakin berkembang. Namun, banyak pelaku usaha khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) mungkin kekurangan teknologi dan keahlian yang diperlukan untuk mengelola lingkungan. Tingkatan tahap pembangunan ekonomi yang berbeda memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda pula.

Baca juga:

Mengangkat UKM Masuk ke Dalam Rantai Nilai Global untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi