Resepsi Diplomatik KBRI Lisabon di Portugal: Hubungan Sejarah Indonesia-Portugal Landasi Persahabatan yang Erat

0
94
Resepsi Diplomatik KBRI Lisabon
Duta Besar LBBP RI untuk Portugal, Rudy Alfonso, menyambut para tamu kehormatan (Foto: Kemenlu)

(Vibizmedia – Lisabon, Portugal) KBRI Lisabon, Portugal, menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 bertempat di Hotel Hyatt Regency Lisboa, 23 September 2022. Acara berlangsung dengan sukses, dihadiri sekitar 200 hadirin berasal dari kalangan pejabat pemerintahan Portugal, korps diplomatik, friends of Indonesia, diaspora dan mitra kerja KBRI Lisabon.

Acara resepsi  dikemas dalam konsep pagelaran seni dan kebudayaan tradisional Indonesia. Hal ini nampak dari desain dekorasi ruangan, kuliner, hingga agenda pertunjukan yang menampilkan musik keroncong dari grup Kerontjong Toegoe dan musik fado oleh Célia Leiria.

Bahkan para petugas acara dan penerima tamu didandani lengkap dengan mengenakan busana tradisional khas Indonesia.

Duta Besar LBBP RI untuk Portugal, Rudy Alfonso, dan istri menyambut hangat para tamu kehormatan (Guest of Honor), yang terdiri atas: Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G. Plate; Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Portugal, Ibu Elvira Maria Correia Fortunato; serta Ketua Mahkamah Konstitusi Portugal, Bapak João Caupers.

Para hadirin begitu antusias disuguhi pementasan tari Pendet Bali oleh Grup Citraloka Dance di awal acara. Acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari Dubes Rudy Alfonso, Menteri Elvira Fortunato dan Menteri Kominfo Johnny Plate.

Dubes Rudy Alfonso menyatakan kegembiraannya atas penyelenggaraan resepsi diplomatik tahun ini secara fisik setelah selama dua tahun terakhir sulit diwujudkan. Momen ini menjadi penting karena bertepatan dengan kepemimpinan Indonesia pada G20 hingga 30 November 2022, dan juga kepercayaan untuk mengemban keketuaan ASEAN di tahun depan.

Dubes Rudy mengundang partisipasi aktif dan kerja sama internasional untuk mendukung tujuan pemulihan bersama yang lebih kuat, termasuk keikutsertaan dalam KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.   Hal ini sesuai dengan tema yang diusung Indonesia dalam G20, “Recover Together, Recover Stronger“. Ia juga mempromosikan perhelatan besar Trade Expo Indonesia 2022, yang akan diselenggarakan pada 19-23 Oktober 2022.

Selain itu, Dubes juga menyebutkan hubungan sejarah Indonesia-Portugal sebagai poin penting,  terbukti dari jejak-jejak kebudayaan Portugis yang ditemukan di Indonesia, hingga menjadi simbol persahabatan yang erat.

Dubes menyatakan, jejak historis dari kebudayaan Portugis di Indonesia dapat terlihat, mulai dari arsitektur, kemiripan kosa kata, hingga genre musik keroncong.  Ia juga mengajak hadirin mendengarkan bersama-sama musik keroncong dari Indonesia yang mendapat pengaruh dari musik Fado, Portugal.

Resepsi Diplomatik KBRI Lisabon
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G. Plate, memberikan sambutannya (Foto: Kemenlu)

Pada sesi sambutan dari tamu kehormatan Indonesia, Menteri Johnny G. Plate menyampaikan harapan untuk terus menjalin hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Portugal. Ia juga menyinggung tentang rencana kunjungan ke Portugal untuk menemui Sekretaris Negara bidang Digitalisasi dan Modernisasi Administrasi, Mario Filipe Campolargo guna mendiskusikan potensi kerja sama konkrit di bidang komunikasi dan informasi.

Dari pihak Portugal, sambutan Menteri Elvira menekankan pentingnya hubungan lama antara Portugal dan Indonesia, serta potensi kerja sama di berbagai bidang. Ia juga mengagumi negara Indonesia dengan peranan penting di pasar kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Beliau juga mencatat terdapat pelajar Indonesia yang mengikuti pendidikan di beberapa universitas terkemuka di portugal. Menteri Elvira menyampaikan harapan agar jumlah mahasiswa Indonesia semakin meningkat.

 

Resepsi Diplomatik KBRI Lisabon
Dubes Rudy Alfonso, memberikan nasi tumpeng secara simbolis kepada Menteri Elvira (Foto: Kemenlu)

Setelah kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pengerukan tumpeng oleh Dubes Rudy Alfonso, diikuti dengan penyerahan simbolis kepada Menteri Elvira.

Sajian kuliner Indonesia yang dihidangkan sebagai makanan pembuka, antara lain: martabak telur mini, risoles, kueku, dan dadar gulung. Sementara untuk sajian utama, menu favorit yang disediakan adalah sate ayam dengan saus kacang, nasi goreng dengan rendang, serta soun goreng.

Sambil menyantap kuliner yang disajikan, hadirin disuguhi pertunjukan musik yang diawali dengan musik fado khas Portugal. Pada kesempatan ini, penyanyi Célia Leiria membawakan enam lagu klasik fado dengan irama syahdu, diiringi oleh dua instrumen gitar Portugis.

Pada sesi selanjutnya, grup Kerontjong Toegoe dari Indonesia membawakan sepuluh lagu, empat diantaranya dalam campuran bahasa Portugis. Grup musik ini terdiri dari sembilan orang dengan memainkan beragam instrumen, seperti gitar, biola, bass, perkusi, dan ukulele. Meskipun ritme musik dari tiap lagu yang dibawakan bervariasi, genre keroncong secara umum memperlihatkan nuansa irama yang mirip dengan fado.

Kejutan terjadi saat grup Kerontjong Toegoe menyanyikan lagu Rosa Branca, Penyanyi Fado Célia Leiria turut bernyanyi secara duet dengan vokalis Kerontjong Toegoe.

Menjelang akhir sesi pertunjukan musik, hadirin justru ikut bergoyang bersama saat lagu ‘Jali-jali’ dimainkan. Dalam suasana yang meriah tersebut, Grup Kerontjong Toegoe menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri. Permainan musik yang luar biasa dari kedua grup penampil menjadi bukti hubungan historis dan asimilasi budaya di masa lalu.

Selanjutnya, grup Citraloka Dance kembali mengisi panggung dengan Tari Nusantara yang merepresentasikan berbagai macam tarian nasional Indonesia. Atraksi tarian ini sekaligus menjadi penutup pelaksanaan resepsi diplomatik, diikuti oleh tepuk tangan para hadirin.

Menteri Elvira mengakui dirinya  takjub dengan penampilan musik yang disajikan, ia tidak mengira kalau musik Portugis dan musik Indonesia memiliki kedekatan seperti ini.

Ilidio Serrodio, Ketua Kadin Indonesia-Portugal, mengungkapkan,  pertunjukannya begitu indah. Ia menilai acara berjalan lancar, bahkan makanannya sangat enak. Ia menyatakan tidak sabar untuk berkunjung kembali ke Indonesia.

Luciano da Silva, Konsul Kehormatan RI di Porto memuji pertunjukan budaya tarian dan musik tradisional Indonesia  sangat indah dan ekspresif, dan ia sangat menikmatinya.

“Banyak rekan-rekan duta besar dari negara lain memuji pelaksanaan resepsi diplomatik Indonesia yang diatur secara baik dan pertunjukan spesial,” ujar Dubes Rudy Alfonso bangga.

Selama acara berlangsung, KBRI Lisabon memajang beberapa produk-produk Indonesia, seperti kopi dan makanan kemasan pada pojok khusus. Produk-produk contoh ini juga dimasukkan dalam souvenir bag yang diserahkan kepada para pengunjung di akhir acara. Pojok khusus produk Indonesia ini dimanfaatkan sebagai sarana promosi Trade Expo Indonesia 2022, untuk menarik minat potensi mitra bisnis Portugal-Indonesia.

Baca juga:

Resepsi Diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-77 di KBRI Seoul: Keberhasilan Indonesia Didukung Negara Sahabat