Percepat Penyelesaian Bendungan Manikin di Kupang, Target Selesai Awal 2024

0
110
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Manikin, berlokasi di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat, 30 September 2022 (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia  – Kupang)  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja  ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dimulai dengan meninjau pembangunan Bendungan Manikin, berlokasi di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (30/9/2022).

Menteri Basuki menyampaikan pesannya kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan agar dapat selesai sesuai rencana pada tahun 2024, meskipun sempat terkendala lahan dan teknis.

Menteri Basuki menyatakan, beberapa langkah diperlukan untuk melakukan percepatan pembangunan Bendungan Manikin, salah satunya adalah mengerjakan  pekerjaan konstruksi secara paralel di semua bagian bendungan, sehingga tidak perlu sekuensial atau menunggu selesainya satu bagian terlebih dahulu untuk  kemudian  mengerjakan bagian lainnya.

Ia juga menambahkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah segera menyusun langkah teknis untuk penyelesaian terowongan dan bagian inti tubuh bendungan sesuai dengan kondisi lapangan.

Menteri Basuki menyebutkan langkah terakhir yang keempat adalah memetakan secara detail pembuatan drainase untuk pengamanan lereng-lereng di semua bagian bendungan untuk mencegah terjadi longsor. Prediksi BMKG menyatakan,  saat ini sudah memasuki musim hujan, itu sebabnya drainasenya perlu dipetakan secara detail.

Ditambahkan Menteri Basuki bahwa pembangunan bendungan juga harus menjaga kondisi alam sekitar.

Ia berpesan agar jangan melakukan penggalian atau pengupasan tebing jika tidak diperlukan. Tetapi beberapa bagian harus segera dihijaukan dengan tanaman endemik disini.

Kegunaan Bendungan Manikin

Bendungan Manikin merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun di Provinsi NTT pada periode 2015 hingga 2024. Bendungan dengan kapasitas tampung 28,20 juta m3 direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di Kabupaten Kupang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar  0,13 MW dan pengendalian banjir 169,45 m3/detik.

Konstruksi Bendungan Manikin mulai dikerjakan pada 2019 melalui 2 paket pekerjaan senilai Rp 1,9 triliun. Paket I dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya (Persero) – Tbk,  PT. Adhi Karya (Persero) Tbk-PT. Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,023 triliun.

Sementara untuk Paket II senilai Rp 905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT. PP (Persero) Tbk-PT. Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO). Untuk paket I saat ini progres konstruksinya sebesar 31,79% dan paket II sebesar 44,41%.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja,  Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, dan Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi.

Baca juga:

Pembangunan 9 Bendungan Rampung Tahun 2022