Bendungan Raknamo, Kupang, Masih Bisa Terus Dioptimalkan Pemanfaatannya

0
126
Basuki Hadimuljono meninjau Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 30 September 2022 (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia  – Kupang) Dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi) infrastruktur PUPR, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (30/9/2022).

Dalam kunjungan ini, Menteri Basuki  secara khusus menginstruksikan agar Unit Pengelola Bendungan (UPB) dapat mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Raknamo yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada 2018 lalu. Terutama adalah agar memberikan dampak positif terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan di hilir Raknamo.

Menteri Basuki menyatakan, air merupakan kunci untuk kemajuan di NTT. Ia telah menanyakan ke Unit Pengelola Bendungan Raknamo, saat ini bendungan sudah dimanfaatkan untuk irigasi pertanian dimana prasarana irigasinya sudah dibangun untuk pertanian sekitar 800 hektare (ha) dan sekarang sudah ditanami 400 ha.

Menteri Basuki juga menambahkan, pemanfaatan bendungan Raknamo saat ini adalah  dibangunnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Raknamo berkapasitas 80 liter/detik untuk meningkatkan layanan air minum di Kabupaten Kupang. Konstruksinya dilaksanakan mulai September 2021 hingga April 2023 dengan anggaran Rp87,27 miliar.

Lingkup pekerjaan pembangunan SPAM Raknamo mencakup pembangunan jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih, reservoir distribusi berkapasitas 300 m3 dan 200 m3, jaringan perpipaan distribusi air bersih, dan pemasangan 400 unit SR. Saat ini progres konstruksinya sudah berkisar 63%.

Bendungan Raknamo adalah  bendungan multifungsi, jadi  juga memiliki potensi wisata air karena  airnya jernih dan memiliki panorama yang bagus. Karenanya Menteri Basuki meminta agar potensi wisata air tersebut dikembangkan  dengan disediakan dermaga dan perahu wisata.

Menteri Basuki meminta agar bisa dibuatkan dermaga sehingga pengunjung bisa berinteraksi di ruang terbuka sebagai kebutuhan sosial.  Selain itu bisa disediakan perahu wisata dan disebar juga bibit ikan.

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Kementerian PUPR Feriyanto Pawenrusi menyampaikan bahwa Bendungan Raknamo yang mulai dibangun sejak akhir 2014 hingga awal 2018 saat ini telah beroperasi untuk pemenuhan irigasi di hilir dengan jumlah cakupan 840 hektar yang nantinya akan bisa berkembang menjadi 1300 hektar.

Feriyanto menambahkan,  untuk pemenuhan air baku di sekitar bendungan, pihaknya sudah membangun 12 hidran umum untuk 300 KK.

Manfaat Bendungan Raknamo diantaranya berpotensi untuk melakukan irigasi hingga 1.250 hektar. Penyediaan air baku sebesar 100 liter per detik, pengendali banjir sebagian wilayah Kabupaten Kupang, kemudian Pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) 0.22 MW.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Adenan Rasyid, dan Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi.

Baca juga:

Percepat Penyelesaian Bendungan Manikin di Kupang, Target Selesai Awal 2024