Canberra Institute of Technology Siap Berpartisipasi Dalam Program IISMAVO Kuatkan SDM di Bidang Vokasi

0
94
kerjasama pendidikan dengan CIT
Pertemuan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra, Australia, mengajak kerja sama pendidikan dengan wakil dari Canberra Institute of Technology (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia  – Canberra) Upaya terus dilakukan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra, Australia, untuk meningkatkan kerja sama pendidikan dengan berbagai institusi di Australia. Salah satu institusi yang dituju adalah  Canberra Institute of Technology (CIT) yang memiliki kampus di Canberra. Dalam kerjasama ini CIT tertarik  berpartisipasi dalam program Indonesian International Student Mobility Awards edisi Vokasi (IISMAVO) yang dipresentasikan oleh Atdikbud RI di Canberra.

CIT merupakan sekolah vokasi milik pemerintah Canberra yang menawarkan berbagai program keahlian yang dibutuhkan oleh industri di Australia. Dalam kunjungan kerjanya ke CIT, Atdikbud Mukhamad Najib menawarkan program kerja sama pendidikan antara CIT dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia termasuk program IISMAVO.

Kedatangan Atdikbud Najib di kampus CIT diterima oleh tim CIT yang terdiri dari Catherine Ng selaku General Manager dan Fiona Broers selaku kepala international student operation.

Beberapa program yang dipresentasikan adalah pengiriman mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen politeknik dan penguatan program bahasa Indonesia. Selama ini, CIT juga memiliki Diplomat Academy yang salah satunya mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang paling banyak peminatnya.

Najib menjelaskan, program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa vokasi di Indonesia untuk belajar dan merasakan pengalaman di lingkungan industri di luar negeri. Mahasiswa terpilih diberi beasiswa oleh pemerintah untuk studi di luar negeri selama satu semester.

Ia mengajak CIT untuk berpartisipasi dalam IISMAVO, karena dinilai memiliki hubungan yang dekat dengan industri dan berpengalaman dalam mengelola mahasiswa internasional.

Najib menjelaskan, hubungan yang kuat antara CIT dengan industri memudahkan mahasiswa vokasi Indonesia yang dikirim ke CIT untuk mendapatkan penempatan magang di Industri. Selain itu, setiap tahunnya CIT menerima tidak kurang dari 500 mahasiswa internasional, sehingga mereka sudah terbiasa dalam mengelola mahasiswa internasional.

Atdikbud juga menjelaskan bahwa program IISMAVO saat ini sudah berjalan untuk tahun pertama dan sudah ada mahasiswa yang dikirim ke Australia.

Najib menambahkan, saat ini ada 55 orang mahasiswa vokasi dari berbagai universitas dan politeknik di Indonesia yang mengikuti program IISMAVO di Australia. Sebagian ada di Melbourne dan sebagian di Western Australia. Ia mengharapkanCIT bisa ikut bergabung juga sehingga mahasiswa IISMAVO bisa menyebar sampai ke Canberra.

Menyambung penjelasan mengenai IISMAVO dan menyambut ajakan untuk berpartisipasi sebagai mitra program, Catherine menyampaikan apresiasi dan minatnya.

Catherine menyatakan, pihaknya  sangat tertarik dengan program IISMAVO, hal ini menunjukkan perhatian pemerintah Indonesia yang besar pada kemajuan sekolah vokasi di Indonesia. Ia melihat bahwa Indonesia dan Australia sangatlah dekat, bukan hanya dari sisi jarak tapi juga dari hubungan baik yang selama ini telah terbangun. CIT sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam penguatan sumberdaya manusia di Indonesia khususnya dibidang vokasi.

Adapun bidang-bidang yang unggul di CIT antara lain Art and DesignBusinessAccounting and ITBuilding and ConstructionHealth and Community ServicesHospitality and Culinary serta Project Management.

Catherine menyatakan, CIT memiliki bidang-bidang yang pastilah sangat dibutuhkan di Indonesia, seperti teknologi informasi, konstruksi, manajemen projek, dan lain-lain. Oleh karena itu  pihaknya siap jika diajak berpartisipasi dalam IISMAVO. CIT juga siap membantu dalam program capacity building bagi dosen-dosen vokasi di Indonesia.

kerjasama pendidikan CIT
Berfoto bersama antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra, Australia, dengan wakil dari Canberra Institute of Technology (Foto: Kemendikbudristek)

CIT merupakan lembaga pendidikan vokasi yang telah berpengalaman selama 90 tahun dalam memberikan pendidikan teknis dan lanjutan di wilayah Canberra dan sekitarnya. Saat ini, CIT menerima sekitar 20.000 mahasiswa setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan CIT sebagai lembaga pendidikan vokasi yang dipercaya oleh masyarakat Australia. Dengan rekam jejak yang baik seperti itu maka sangat layak jika CIT dapat bekerjasama dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia untuk menciptakan lulusan vokasi Indonesia yang berkualitas global.

Baca juga:

Persiapan Keberangkatan Peserta IISMAVO ke 10 Negara, Minta Dukungan KBRI dan KJRI