Pemerintah Salurkan Beasiswa Dalam Bentuk KIP Kuliah Merdeka

0
84
webinar Silaturahmi Merdeka Belajar yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI, Kamis, 29 September 2022 (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberlakukan kebijakan penyaluran beasiswa dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Merdeka bagi masyarakat kurang mampu sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Kebijakan ini diberlakukan bagi seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI, Kamis (29/9), Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kahar, meluruskan dan menggarisbawahi, bahwa berkaitan dengan hak dan sasaran dari KIP Kuliah Merdeka,  tidak ada dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tetapi baik PTN maupun PTS ada kriteria standar minimum yaitu memiliki akreditasi program studi minimal C.

Lebih lanjut disampaikan Abdul Kahar, mekanisme pendaftaran KIP Kuliah Merdeka dibuka sepanjang tahun melalui tiga tahap yaitu jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi. Setiap calon mahasiswa bisa mendaftar melalui ketiga jalur tersebut, dengan pilihan pertama adalah SNMPTN, kemudian SBMPTN, dan seleksi mandiri.

Abdul Kahar menegaskan, sebenarnya tidak ada pendaftaran ulang, tetapi memang ada kalanya siswa terlambat mendaftar, misalnya mereka baru mulai mendaftar pada jalur mandiri. Tetapi pada dasarnya pembukaan ini sama saja, secara reguler mulai dari awal tahun sampai sekarang dibuka sepenuhnya 24 jam sepanjang tahun.

Beasiswa Pendidikan Indonesia

Selain KIP Kuliah Merdeka, Kemendikbudristek juga memberikan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) pada jenjang Strata yaitu S1, S2, dan S3 yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Abdul Kahar menyampaikan, untuk jenjang S1, beasiswa akan diberikan kepada calon guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta siswa yang memiliki talenta khusus atau prestasi di bidang akademik maupun non akademik pada tingkat nasional dan internasional. Sedangkan untuk S2 dan S3,  beasiswa diberikan untuk dosen, calon dosen, guru, pelaku budaya. Jadi sudah sangat berbeda sasarannya.

Pendaftaran BPI tahap kedua telah dibuka sejak 14-30 September 2022. Abdul Kahar menjelaskan, BPI tahap kedua semakin diminati masyarakat sehingga kriteria yang disyaratkan oleh perguruan tinggi juga semakin mengerucut.

Untuk pelaksanaan seleksi sepenuhnya diserahkan kepada perguruan tinggi. Abdul Tahar menambahkan, tidak mungkin pusat yang melakukan seleksi karena rentang kendalinya terlalu jauh, dan yang paling tahu mahasiswa adalah teman-teman di perguruan tinggi. Semua kriteria sudah kami berikan dalam petunjuk teknis, dan seleksi sepenuhnya dilakukan oleh perguruan tinggi,” imbuh Abdul Kahar.

Testimoni Penerima KIP Kuliah dan BPI

Rahayu Agustina, mahasiswi penerima KIP Kuliah Merdeka tahun 2021 dari Universitas Negeri Medan bersyukur bisa mendapatkan KIP Kuliah Merdeka melalui seleksi SBMPTN. Berawal dengan mendapatkan informasi tentang KIP Kuliah Merdeka dari temannya, Rahayu bersemangat mengumpulkan segala persyaratan yang dibutuhkan dan mendaftar sesuai prosedur yang ditetapkan.

Rahayu mengaku dirinya mengikuti KIP Kuliah Merdeka  dari awal, mulai dari pendaftaran, sosialisasi yang diberikan kampus, dan penetapan KIP Kuliah Merdeka.

Rahayu menyampaikan agar jangan lelah untuk bekerja keras dan percaya diri. Ia yakin bantuan ini akan diberikan tepat sasaran yaitu untuk orang-orang yang betul-betul membutuhkan.

Sedangkan Syifa Nabila, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mendapatkan BPI tahap satu tahun 2022. Melalui BPI, Syifa kini merasakan tiga manfaat yang telah diperolehnya. Menurutnya, ia mendapatkan biaya kuliah gratis selama empat tahun ke depan, mendapatkan bimbingan non teknis yang diperoleh dari pengelola BPI, serta memperbanyak koneksi baik sesama penerima beasiswa maupun antar kampus.

Syifa mengajak untuk menggunakan kesempatan mengikuti seleksi BPI. Ia menganjurkan untuk terlebih dahulu memastikan semua persyaratan dilengkapi, juga memantau terus akun pendaftar, dan jangan gugup saat wawancara karena dapat menjadi pertimbangan bagi pewawancara.

Baca juga:

Relaksasi Persyaratan Beasiswa LPDP Wujudkan Pemerataan Pembangunan SDM di Papua