Ekspansi Pertamina Group Pasok Komponen Biediesel ke Pasar Eropa

0
89
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Group dengan perusahaan Eropa Trafigura di London, Inggris, Jumat (30/9/2022) disaksikan oleh Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

(Vibizmedia – LONDON)  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan apresiasinya atas ekspansi  Pertamina Group Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Marketing dan Distribution (PIMD) dan Pertamina International Shipping (PIS) terkait green diesel component (GDC) atau komponen biodiesel ke pasar Eropa yang saat ini belum dapat terserap oleh pasar domestik.

Telah dilakukan  penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Group dengan perusahaan Eropa Trafigura di London, Inggris, Jumat (30/9/2022) disaksikan  oleh Erick Thohir.  Trafigura telah menyampaikan ketertarikan dalam membeli GDC Pertamina Group,  bahkan telah lebih dulu melakukan pembelian ke Pertamina Group. Perjanjian ini dilakukan agar penjualan GDC bisa berjalan secara long term.

Erick menjelaskan,  new and renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) ini memiliki keunggulan ramah lingkungan dan kualitasnya lebih baik dari biodiesel konvensional. Bahan baku biodiesel ini umumnya dari virgin vegetable oil, namun dapat juga menggunakan used cooking oil (UCO) dan waste residue dari animal fat.

Erick juga menjelaskan,  permintaan GDC di Uni Eropa terbagi dalam dua kategori yakni base CPO sekitar 150.000 metrik ton per tahun dan base UCO 300.000 hingga 500.000 metrik ton per tahun.

Erick menyebut potensi konsumsi FAME & bahan baku biodiesel Eropa akan terus meningkat seiring target European Renewable Energy Directive (RED II) untuk penggunaan energi terbarukan pada 14 persen di sektor transportasi seluruh Eropa di 2030 atau naik dari target RED I yang sebelumnya sebesar 10 persen. Erick mengatakan bahan baku UCO lebih disukai karena mekanisme penghitungan ganda di Eropa.

Erick juga menjelaskan bahwa Palm Oil tertekan karena beberapa negara Eropa melarang penggunaan bahan baku Palm Oil dalam jangka panjang, di mana salah satu target RED II adalah pelarangan penggunaan GDC berbasis Palm Oil di Eropa.

Erick berharap penetrasi pasar GDC tidak berhenti di sini. Dia meminta Pertamina Group terus membuka peluang untuk meningkatkan penetrasi dalam menjadi pemain GDC di kancah internasional. Menurut Erick, ketertarikan perusahaan Eropa memberikan bukti bahwa kualitas GDC KPI mampu bersaing dengan perusahaan lain.

Erick menambahkan, dengan besarnya potensi yang ada di Eropa, bahkan Asia, ini menjadi kesempatan besar bagi Pertamina Group untuk terus memperluas jangkauan produk GDC.

Baca juga:

Energi Terbarukan Bersaing Dengan Batubara