Penandatanganan 7 Prasasti Infrastruktur Strategis yang Telah Selesai Dibandung di NTT

0
117
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menandatangani 7 prasasti infrastruktur strategis yang selesai dibangun di NTT (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Kupang) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menandatangani 7 prasasti di sela-sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  tanda selesainya pembangunan infrastruktur strategis di NTT, Sabtu malam (1/10/2022). Keseluruhan infrastruktur tersebut, kecuali SPAM Kali Dendeng, telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebelumnya.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan layanan infrastruktur publik,  ke tujuh infrastruktur yang telah selesai mencakup Penataan Kawasan Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo, Penataan Kawasan Kota Kupang, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II, SPAM Kali Dendeng, Sistem Pengelolaan Sampah Warloka, dan Penataan Kawasan Kumuh Oesapa.

Menteri Basuki mengatakan, penandatangan prasasti ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas infrastruktur yang sudah selesai dibangun, di mana tertera juga nama kontraktor dan konsultan.

Menteri Basuki menyatakan, penandatanganan prasasti menjadi bukti pertanggungjawaban siapa yang membangun sehingga jika suatu saat dibutuhkan datanya bisa ditelusuri. Seperti halnya waktu akan merenovasi bangunan gedung pada Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) maka perlu  menelusuri dokumen pembangunan awalnya.

Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun Kementerian PUPR sebagai prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, penataan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

Salah satu infrastruktur tersebut adalah SPAM Kali Dendeng Kota Kupang. SPAM yang dibangun pada tahun 2020 hingga 2022 dengan biaya Rp173,39 miliar tersebut memiliki kapasitas 150 liter/detik. Kapasitas sebesar itu mampu melayani 12.000 Sambungan Rumah (SR). PDAM di Kota Kupang sekarang baru memiliki 1.600 SR, sedangkan  Kementerian PUPR membantu membangun 1.000 SR. Menteri Basuki meminta kepada Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan SPAM yang sudah dibangun ini.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan bahwa penandatanganan prasasti akan melengkapi infrastruktur yang sudah diresmikan dan ditandatangani prasastinya oleh Presiden RI Joko Widodo maupun untuk infrastruktur strategis lainnya.

Endra menjelaskan, dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai provinsi,  Menteri Basuki sudah dan akan menandatangani prasasti infrastruktur strategis bersama mitra kerja, seperti sebelumnya di Papua, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja,  Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT Normansjah Wartabone, dan Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi.

Baca juga:

Hari Kedua di NTT, Presiden Akan Resmikan SPAM Wae Mese II dan Tinjau Sarana Hunian Labuan Bajo