K-Innovation Partnership Program, Program Kerjasama Antara BRIN dan STEPI Korea

0
108

(Vibizmedia – Jakarta) Telah berlangsung program kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Perumusan Kebijakan Riset dan Inovasi (PKRTI), Kedeputian Kebijakan Riset dan Inovasi (KRI) dengan Science and Technology Policy Institute (STEPI) – Korea  dalam K-Innovation Partnership Program.

STEPI sendiri adalah sebuah lembaga penelitian yang didanai pemerintah Korea yang melakukan kegiatan penelitian di seluruh kebijakan STI (Science Technology and Innovation). STEPI didirikan pada tahun 1987 dan telah memainkan peran penting dalam memberikan keahlian teknis kepada negara Korea Selatan.

STEPI mengelola berbagai urusan sosial dan ekonomi, yang terkait dengan kegiatan sains dan teknologi. Berdasarkan kemampuan R&D yang luas, yang telah dikembangkan secara terus-menerus selama beberapa dekade.

Sejak 2014 STEPI telah bermitra dengan Indonesia dengan memberikan konsultasi kebijakan tentang kebijakan dan tata kelola Science, Technology and Innovation (STI).

Dalam rangka meningkatkan kolaborasi ini, pada 11 – 12 Oktober 2022 diselenggarakan The 2022 K-Innovation Partnership Program with Indonesia Dissemination Forum dan FGD Kajian dan Rumusan Rekomendasi Hasil Kajian Program Partnership BRIN dan STEPI Tahun 2022.

Deputi KRI BRIN, Boediastuti Ontowirjo mengatakan, kerja sama BRIN dan STEPI di bidang koordinasi, kelembagaan, dan mekanisme pendanaan riset serta pengembangan di 2022, menjadi kesempatan emas yang perlu dimanfaatkan.

Boediastuti  dalam milis BRIN di Jakarta, Selasa (11/10/2022), menyatakan, tahun ini BRIN memerlukan berbagai masukan dan contoh-contoh kebijakan yang sudah mapan di bidang iptekin, serta dapat diadopsi oleh BRIN. Kerja sama ini, mengawali langkah baik BRIN, dalam menyusun berbagai perumusan kebijakan bidang iptekin (ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi).

Kerja sama BRIN dan STEPI ini, lanjutnya, mengusung tiga tema kegiatan, dengan melibatkan para peneliti dan analis kebijakan BRIN, para akademisi, dan praktisi dari Korea Selatan.  Pertama, BRIN mendorong adanya kebijakan berbasis bukti dalam pembangunan ekonomi hijau di Indonesia dengan mengedepankan unsur Iptekin di dalamnya. Kedua, Pembangunan SDM Iptek di Indonesia. Ketiga, upaya BRIN dalam  pengelolaan aktivitas penelitian dan inovasi, yang berorientasi pada misi.

Boediastuti menjelaskan, salah satu tujuan kegiatan adalah, menyampaikan rumusan rekomendasi hasil kajian.  Ia menjelaskan, kajian ini merupakan hasil pembelajaran perbandingan, dari studi kasus di Korea Selatan dan Indonesia. Kemudian, progres kegiatan terbaru dari masing-masing tim.

Dia berharap, agar kegiatan ini dapat terus berlanjut, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kedua negara.

Ia menyampaikan, kolaborasi yang dilakukan bisa berkaitan dengan  pemecahan persoalan-persoalan bangsa, dan berkontribusi pada pembangunan nasional. Tentunya, yang berlandaskan pada pemanfaatan iptek dan inovasi.

Dalam rangka membagikan pengalaman yang relevan melalui kegiatan workshop, capacity building, serta memberikan masukan yang konstruktif untuk perkembangan dan evaluasi program,  tim Riset STEPI, telah mengidentifikasi dan memilih beberapa pakar sebagai tim mentor. Mentor yang dipilih berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman dan kepakaran, dalam topik kolaborasi riset yang telah ditentukan. Tim tersebut secara aktif memberikan mentoring dan konsultasi, guna menganalisa kebijakan STI dan tata kelola litbang di di Korea Selatan maupun Indonesia.

Prinsip penelitian STEPI, didasarkan pada penerapan praktis dari kebijakan dan inovasi terdepan dalam R&D, ekonomi industri, isu-isu regional dan global. Berdasarkan aturan tersebut, STEPI berupaya menjadi yang terdepan dalam mengusulkan kebijakan yang bermanfaat bagi bangsa, rakyat, dan kemanusiaan.

Baca juga:

MoU Kerjasama Antara KKP dan Jeju National University Dibuat Untuk Tingkatkan Pengembangan SDM