Peranan BUMN dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia

BUMN Indonesia memiliki peranan yang sangat besar dan kritis dalam kehidupan perekonomian negara. BUMN memiliki aset sebesar $600 miliar.

0
206
BUMN

(Vibizmedia-Kolom) Peranan BUMN dalam pemulihan ekonomi Indonesia telah dimulai dengan melakukan penyederhanaan BUMN dari 108 menjadi 41 melalui strategi klasterisasi untuk mentransformasi BUMN menjadi lebih akuntabel, transparan dan profesional. Terdapat 12 klaster di bawah 2 wakil menteri.

Wakil Menteri pertama membawahi Klaster Industri Energi dan Migas, Klaster Industri Minerba, Klaster Industri Perkebunan & Kehutanan, Klaster Industri Pangan & Pupuk, Klaster Industri Kesehatan, Klaster Industri Manufaktur.

Wakil Menteri Kedua membawahi Klaster Jasa Keuangan, Klaster Jasa Asuransi & Dana Pensiun, Klaster Telekomunikasi & Media, Klaster Infrastruktur, Klaster Logistik, Klaster Pariwisata & Pendukung.

Capaian Utama Pembangunan

Sebagai badan usaha yang dimiliki pemerintah, BUMN berperan sebagai agent of development dan agent of value creator. Agent of development, BUMN diharapkan berkontribusi kepada pembangunan nasional.

Sebagai agent of value creator, BUMN diharapkan mampu memberikan kontribusi keuntungan kepada negara.

Pelaksanaan peran BUMN tersebut dipantau dan dievaluasi sesuai target yang ditetapkan RPJMN 2020-2024 dan core values BUMN untuk mewujudkan BUMN yang lebih amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

BUMN memiliki peran besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia sampai dengan tahun 2022.

Hal ini dapat dilihat dari sejumlah capaian utama BUMN antara lain (1) pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN); (2) peningkatan pangsa pasar BUMN ke luar negeri; (3) belanja modal (CAPEX) BUMN; dan (4) profitabilitas BUMN.

Kebijakan pembentukan holding BUMN berbasis sektoral merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah untuk meningkatkan sinergi antarperusahaan, memperkuat permodalan, dan memperluas jangkauan investasi.

Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas BUMN untuk melakukan ekspansi secara bersama- sama di bawah kendali induk perusahaan. Langkah ini juga diambil sebagai strategi transfer knowledge antar-BUMN dalam menghadapi tantangan dunia bisnis yang semakin dinamis.

Sepanjang tahun 2021 hingga triwulan I-2022, telah terbentuk 10 holding BUMN sektoral. Pembentukan holding BUMN diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan total aset yang dimiliki BUMN termasuk pendanaan untuk investasi dalam skala besar.

Untuk pangsa pasar BUMN ke luar negeri telah dilakukan upaya meningkatkan jumlah negara tujuan ekspor.

Pada tahun 2021, perluasan pasar ekspor produk BUMN telah mencapai 127 negara dari sebelumnya 55 negara pada tahun 2020.

Nilai ekspor produk BUMN pada tahun 2021 mencapai di atas US$10.000, seiring dengan ekspor bahan baku klinis yang dilakukan oleh BUMN kesehatan untuk memenuhi kebutuhan global selama pandemi COVID-19.

Komoditas ekspor utama BUMN masih disumbangkan oleh sektor migas dan energi, serta minerba, dengan produk berupa minyak mentah, produk minyak, gas bumi; alumina, batu bara, nikel dan lain-lain.

Sebelum pandemi, dalam lima tahun terakhir capital expenditure (capex) BUMN mengalami peningkatan, seiring dengan diberikannya penugasan-penugasan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah sebagai pemegang saham BUMN.

Di tahun 2021, capaian realisasi belanja modal/capex BUMN adalah sebesar Rp317,30 triliun, atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp278,90 triliun.

Peningkatan ini menunjukkan adanya pemulihan keuangan BUMN setelah sebelumnya mengalokasikan ulang rencana realisasi capex ke program- program prioritas agar tidak mengganggu likuiditas perusahaan yang terdampak pandemi COVID-19.

Belanja Modal/ Capex dan Laba Bersih BUMN Tahun 2019–2022

BUMN

Sumber : Kementrian BUMN

Dalam hal capaian profitabilitas, kinerja BUMN pada tahun 2021 secara keseluruhan portofolio mengalami perbaikan dibandingkan dengan tahun 2020.

Peningkatan laba bersih menunjukkan pertumbuhan bisnis BUMN yang didominasi oleh klaster jasa keuangan, energi, dan pertambangan, seiring dengan pulihnya kondisi ekonomi dan naiknya harga komoditas utama.

Sementara itu, klaster pariwisata dan pendukung masih mengalami penurunan kinerja pada tahun 2021.

Permasalahan dan Kendala

Terdapat empat aspek permasalahan khususnya selama pandemi COVID-19 yaitu (1) aspek produksi, yaitu terganggunya pasokan bahan baku karena imbas konflik Rusia-Ukraina yang menyebabkan belanja modal terpengaruh, seperti adanya kenaikan harga barang dan jasa; (2) aspek pemasaran, yaitu turunnya daya beli yang mengakibatkan turunnya permintaan dan penjualan serta sulitnya bersaing dari sisi harga dengan negara lain; (3) aspek operasional perusahaan, yaitu pembatasan operasi perusahaan, pembatasan aktivitas masyarakat pada tahun 2020–2021 yang memberikan tantangan tersendiri khususnya sektor pariwisata dan peran dalam penanggulangan COVID-19; dan (4) aspek finansial, yaitu penunggakan pembayaran, kenaikan eksposur pinjaman, serta penurunan solvabilitas dan likuiditas.

Arah Kebijakan dan Strategi

Pelaksanaan arah kebijakan BUMN difokuskan pada strategi jangka panjang pembentukan klaster yang bertumpu pada lima prioritas utama, di antaranya adalah (1) restrukturisasi model bisnis melalui pembangunan ekosistem, kerja sama, pertimbangan kebutuhan stakeholders, dan fokus pada core business; (2) peningkatan nilai ekonomi dan dampak sosial terutama di bidang ketahanan pangan, energi, dan kesehatan; (3) pendidikan dan pelatihan tenaga kerja, pengembangan SDM berkualitas untuk Indonesia, serta profesionalitas tata kelola dan sistem seleksi SDM; (4) pengembangan kepemimpinan secara global dalam teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital seperti data management, advanced analytics, big data, artificial intelligence dan lain-lain; dan (5) pengoptimalan nilai aset dan penciptaan ekosistem investasi yang sehat.

Selama pandemi COVID-19, roadmap BUMN 2020-2024 juga telah disusun dan memberikan arahan pengembangan BUMN dalam menghadapi kondisi yang dinamis dan dibagi menjadi tiga tahapan.

Tahap pertama, survival atau kelangsungan hidup (sampai dengan Q2-2021) untuk melindungi BUMN strategis dan BUMN terdampak COVID-19 melalui pembentukan klasterisasi berdasarkan keterkaitan supply chain dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi serta memperbaiki landasan Good Corporate Governance (GCG) BUMN beserta restrukturisasi operasional untuk mencapai operational excellence.

Tahap kedua, restrukturisasi dan realignment (sampai dengan Q2-2022) yang difokuskan pada perbaikan portofolio melalui restrukturisasi korporasi dengan tujuan untuk melakukan konsolidasi dan simplifikasi serta mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru.

Tahap ketiga, inovasi dan transformasi (sampai dengan tahun 2024) untuk menciptakan kesempatan partisipasi sektor swasta dan melakukan spesialisasi BUMN dengan tujuan komersial dan sosial.

Pelaksanaan roadmap BUMN pada masa COVID-19 yang masih berlangsung memperhatikan beberapa aspek sebagai berikut (1) Perlindungan SDM dari dampak COVID-19 dan memfasilitasi transisi ke model kerja new normal;

(2) Peninjauan ulang strategi supply chain beberapa industri vital seperti farmasi, kesehatan, pangan, dan logistik;

(3) Integrasi pusat penanggulangan COVID-19 melalui satgas COVID-19 untuk mempercepat penyaluran bantuan pada yang terdampak;

(4) Financial stress testing atas kondisi keuangan dan arus kas serta restrukturisasi portofolio untuk memperkuat posisi keuangan;

(5) Peningkatan customer engagement melalui percepatan peluncuran dan perluasan kanal keuangan digital; serta

(6) Pembentukan hubungan baru antara pelanggan, pemasok, dan stakeholder lainnya, serta restrukturisasi untuk meningkatkan daya saing pascapandemi COVID-19.

Pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC)

Pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC), Electric Vehicle merupakan solusi transportasi yang sustainable dan IBC adalah terobosan BUMN untuk menjawab tantangan masa depan. IBC akan berperan dalam ekosistem Electric Vehicle dengan fokus awal bisnis pembuatan Baterai, Electric Vehicle, Energy Storage System, hingga battery recycling dengan berpartner dengan pemain global. Indonesia memiliki potensi yang kuat untuk industri EV Terintegrasi. Indonesia memiliki sumber daya mineral hulu dan pasar yang besar untuk penjualan hasil produksi. Permintaan untuk Electric Vehicle (EV) secara global diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta EV pada tahun 2040. Pertumbuhan ini mendorong pada peningkatan kebutuhan batteries lithium ion (LIB). Diperkirakan pada tahun 2030 akan ada kapasitas lebih dari 500 gwh untuk electric vehicle (EV).

Indonesia Memiliki Cukup Cadangan Untuk Sumber Daya Battery

BUMN

Sumber : US Geological Survey, 2021, Bloomberg NEF

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 21 juta ton atau 30% di dunia. Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain industri baterai Lithium di dunia.

Indonesia adalah pasar penjualan dan juga produsen otomotif terbesar di Asean dan diproyeksikan akan tumbuh tambahan 2 juta produksi pada tahun 2025. Hal ini bisa menjadi peluang untuk mengembangkan electric vehicle (EV). Baterai akan menjadi komponen terbesar dalam pembuatan electric vehicle, yang mewakili 35% dari komponen EV. Keunggulan utama dari baterai buat Indonesia adalah baterai berbasil nickel. Hal ini didukung oleh kemampuan Indonesia dalam menyediakan sumber daya, karena Indonesia memiliki cadangan nickel terbesar di dunia.

Investasi Pada Industri Baterai Di Indonesia

Saat ini ada sembilan perusahaan yang mendukung industri baterai, 5 perusahaan penyedia bahan baku baterai terdiri dari nickel murni. 4 perusahaan adalah produsen baterai.

BUMN

Dengan demikian Indonesia siap untuk pembuatan electric vehicle mulai dari Pengembangan Industri Beterai dibagi menjadi industri perakitan baterai, produksi baterai cell, pembuatan baterai manajemen sistem (BMS), penambangan bahan baku baterai (baterry material) dan sampai dengan daur ulang baterai (end of life/ recycling), sehingga pada akhirnya Indonesia akan memiliki industri baterai terintegrasi.

Ecosystem EV Roadmap

BUMN

Sumber : Kemenperin

Indonesia menargetkan pada tahun 2030 akan memproduksi 600.000 EV roda empat yang akan menurunkan carbon sebesar 7,5 juta barel atau 2,7 juta ton. Memproduksi EV untuk roda dua yang akan menurunkan carbon sebesar 4 juta barel atau 1,4 juta ton.

Road Map Penggunaan EV Di Instansi Pemerintahan

BUMN

Sumber: Kemenperin

Pemerintah sendiri menargetkan pembelian mobil EV yang semakin bertambah dari tahun ke tahun, hingga pada tahun 2030 untuk roda empat mencapai 132.983 unit sedangkan roda dua mencapai 398.530 unit. Untuk mempercepat permintaan Industri EV, Pemerintah akan menetapkan peraturan tentang Roadmap Pembelian EV. Roadmap ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor minyak dalam negeri untuk mencapai penggunaan energi terbarukan. Pemerintah juga memberikan insentif fiskal dan non fiskal bagi konsumen dan produsen EV.

Pemerintah Indonesia mendorong industri transportasi melalui rencana induk pembangunan industri nasional (RIPIN) yang memiliki visi menjadi pemain utama dalam industri otomotif global. Industri alat transportasi menjadi yang utama dalam rencana induk pembangunan industri nasional 2015-2035. Indonesia telah menetapkan roadmad pengembangan EV melalui peraturan menteri perindustrian no 27 tahun 2020 tentang spesifikasi teknis road map EV dan TKDN Pendalaman struktur industri kendaraan listrik dipersyaratkan melalui peningkatan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) secara bertahap hingga 2030. Indonesia menargetkan pengembangan penguasaan komponen utama kendaraan bermotor yang berisikan mengenai baterai, motor listrik dan konverter.

Kehadiran BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC) merupakan salah satu terobosan yang akan dilakukan BUMN untuk memberikan warna dan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang dengan memberikan value added bagi komoditas Indonesia yang sangat berlimpah. Selain itu BUMN juga memiliki terobosan-terobosan lain. Pengembangan Telkom Group Data Center juga menjadi prioritas BUMN sebagai terobosan untuk mengakselerasi digitalisasi Indonesia untuk membangun kemandirian infrastruktur Big Data. Pengembangan Rumah Sakit Internasional, menjadi terobosan BUMN untuk kemandirian dalam bidang healthcare terutama dalam penanganan kasus Kanker. Pengembangan KEK Sanur dilengkapi fasilitas perawatan kanker bertaraf internasional bekerja sama dengan operator rumah sakit ternama. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai Grand Inna Bali Beach Resort (GIBB) Sanur, Bali, akan terdapat Healthy & Wellness Zone & Tourism Support Zone dengan total area total area 41,3 Ha. Sinergi BUMN dengan Indonesia Investment Authority (INA), Ekstensifikasi sinergi dilakukan untuk mengakselerasi proses investor matching terhadap proyek strategis BUMN dan meningkatkan foreign direct investment di Indonesia.

Melanjutkan transformasi di tahun 2023

BUMN Indonesia memiliki peran yang sangat besar dan kritis dalam kehidupan perekonomian negara. Bersama-sama, mereka memiliki aset $600 miliar, setara dengan lebih dari setengah produk domestik bruto tahunan Indonesia. Mereka memainkan peran kunci dalam berbagai industri penting—termasuk listrik, farmasi, layanan navigasi udara, distribusi makanan, dan logistik, untuk beberapa nama—yang harus menjadi bagian dari solusi ganda COVID-19 dan tantangan iklim.

Agar BUMN menjadi bagian penting dari solusi, kita membutuhkan lebih sedikit “State” (negara) dan lebih banyak “Enterprises” (perusahaan). Oleh karena itu, Kementerian BUMN meluncurkan road map reformasi 5 tahun yang ambisius pada tahun 2019, mengawali beberapa perubahan paling komprehensif dalam sejarah BUMN Indonesia. Tahun 2023 pemerintah akan terus mengejar agenda ini, yang memiliki tiga fokus utama.

Pertama, Kementerian melakukan restrukturisasi BUMN agar lebih efisien dengan memperketat fokus pada bisnis inti dan mengkonsolidasikan perusahaan pelengkap. Kementerian bermaksud untuk mengurangi jumlah BUMN dari 108 pada 2019 menjadi 41 pada 2024. Jumlah perusahaan yang lebih terbatas ini sekarang diawasi oleh 12 klaster khusus industri di dalam kementerian, di bawah kepemimpinan langsung dua wakil menteri.

Baca juga : Transformasi BUMN Menuju Indonesia Maju

Kedua, transparansi dan kualitas tata kelola harus ditingkatkan. Kementerian misalnya telah membentuk sistem manajemen terintegrasi untuk memungkinkan pemantauan real-time keuangan BUMN dan sumber daya manusia, memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat di tingkat tertinggi. Empat puluh satu BUMN telah mendapatkan sertifikasi Organisasi Internasional untuk Standardisasi untuk sistem manajemen antisuap mereka.

Fokus strategis yang meningkat dan tata kelola yang lebih baik secara alami mengarah pada pilar ketiga dari upaya reformasi: peningkatan sumber daya manusia dan kualitas kepemimpinan. Kementerian telah memperkuat kriteria pemilihan dewan komisaris dan direksi BUMN; telah mulai aktif merekrut eksekutif berbakat, termasuk dari sektor swasta; dan berinvestasi dalam program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan manajer dan pekerja yang ada. BUMN Indonesia harus memiliki talenta terbaik.

Sekarang itu berada di titik tengah peta jalan reformasi kementerian, tetapi hasilnya menjanjikan. Pada tahun 2021, BUMN mencapai pertumbuhan laba bersih konsolidasi enam kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020. Lebih banyak lagi yang bisa dilakukan di tahun-tahun mendatang.

Saat kami bergerak maju, transparansi dan pengawasan yang menyertai kepemilikan publik dapat membantu mendorong reformasi lebih lanjut. Penilaian ADB baru-baru ini menemukan bahwa divestasi kepemilikan negara melalui pencatatan publik meningkatkan kinerja BUMN.

Sejalan dengan temuan tersebut, kementerian sedang gencar menggalakkan listing publik BUMN di bursa. Sebagai langkah pertama dalam perjalanan panjang menuju keseimbangan dan keragaman gender yang lebih besar, kementerian juga berupaya memastikan perempuan memegang 25% kursi dewan di setiap BUMN dan kaum milenial mengisi 10% posisi direktur pada tahun 2023.

Ketika agenda reformasi ini mulai berjalan, kita dapat membayangkan masa depan di mana BUMN Indonesia yang kuat, efisien, dan transparan berperan positif dalam mendorong perubahan ekonomi di seluruh masyarakat. BUMN dapat memimpin dalam model bisnis baru dan inovatif selama mereka berkolaborasi daripada bersaing dengan modal swasta untuk memberikan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih besar bagi negara.

Kolaborasi ini akan menjadi yang paling penting dalam upaya mengatasi ancaman perubahan iklim. BUMN Indonesia, yang direstrukturisasi dan difokuskan kembali, dengan sistem dan tata kelola yang lebih baik, kini memiliki posisi yang lebih baik untuk mengambil investasi hijau yang mungkin terlalu berisiko tinggi bagi investor swasta, dan mengembangkannya ke titik di mana sektor swasta dapat masuk dan mengambil mereka ke depan.

Hal ini dapat kita lihat dalam upaya pengurangan emisi karbon, di mana pemerintah bermitra dengan ADB dalam mekanisme transisi energi yang inovatif untuk mempercepat penghentian pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan menggantinya dengan sumber energi yang bersih dan terbarukan.

Konsorsium yang baru dibentuk, Indonesia Battery Corporation, yang berkolaborasi dengan pemain global terkemuka untuk menciptakan ekosistem baterai kendaraan elektronik end to end yang baru, memberikan contoh lain bagaimana BUMN dapat mengkatalisasi tindakan sebelum sektor swasta dapat turun tangan. Seperti halnya semua kegiatan semacam itu, penting untuk memastikan bahwa peran negara dibatasi, dan tidak permanen.

Direstrukturisasi dan direformasi, BUMN Indonesia dapat memberikan nilai yang jauh lebih besar. BUMN adalah pengelola investasi publik yang lebih efisien.

Setelah direformasi dengan baik, selama peran mereka didefinisikan dengan baik dan terbatas, mereka dapat menjadi mitra strategis, jangkar bagi sektor swasta, membantu memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi menjangkau seluruh rakyat Indonesia, meskipun tantangan sulit yang menghadang.