Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat Percepat Wujudkan Rumah Khusus Bencana Cianjur

0
30
Foto: Dalam waktu 10 hari, Kementerian PUPR berhasil membangun 21 rumah khusus korban bencana Cianjur, Jawa Barat (Dok. Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Cianjur)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah mengusung Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk mempercepat pembangunan rumah khusus bagi korban bencana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dengan teknologi RISHA ini, rumah khusus yang dibangun di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur, mulai terlihat wujudnya.

Dalam kurun waktu 10 hari, hingga hari Minggu (11/12/2022),  Kementerian PUPR mencatat total rumah khusus yang telah terbangun ada sebanyak 21 unit RISHA. Sebagai informasi, peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana di Cianjur mulai dilaksanakan sejak Kamis (1/12/2022) lalu.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto memastikan bahwa pembangunan RISHA telah berjalan 10 hari dan tercatat sudah ada sekitar 21 unit yang terbangun di lapangan dari total target 200 unit yang akan dibangun. Ia menyatakan, jumlah ini akan terus meningkat, karena prosesnya cepat sekali dan lebih mudah.

Menurut Dirjen Iwan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi seluas 2,5 hektare yang dapat dibangun sebanyak 200 unit RISHA di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

Lahan tersebut statusnya telah dinyatakan clean and clear berdasarkan justifikasi BMKG, bahwa daerah tersebut aman dan tidak berada di daerah patahan dan rawan lainnya. Badan Geologi juga menilai topografi lahan aman dan layak bangun serta sesuai dengan tata ruang pemerintah daerah setempat.

Saat melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan RISHA di Kabupaten Cianjur, Minggu (11/12/2022), Iwan menjelaskan bahwa arti Clean and clear menunjukkan bahwa BMKG telah memastikan bahwa lahan tempat relokasi ini aman dari patahan cesar aktif, dan aman dari risiko fatal bencana.

Untuk mempercepat proses pembangunan RISHA, Kementerian PUPR menunjuk PT Brantas Abipraya untuk menjadi pelaksana. Tercatat ada sekitar 180 pekerja dan tidak menutup peluang padat karya bagi masyarakat terdampak bencana, sehingga proses pengerjaan di lapangan bisa lebih cepat.

Iwan menjelaskan, ditargetkan 80 unit RISHA tahap pertama bisa selesai pada akhir Desember. Untuk tahap kedua sebanyak 120 unit akan diupayakan selesai pada minggu ke tiga Januari 2023.

Iwan juga menerangkan, Kementerian PUPR juga akan melengkapi fasilitas perumahan itu dengan prasarana sarana dan utilitas yang memadai. Selain itu jaringan listrik, saluran air bersih PDAM dan tempat pengelolaan sampah terpadu juga akan dibangun sehingga masyarakat yang direlokasi menjadi lebih nyaman.

Iwan menjelaskan, RISHA dibangun dengan biaya Rp150 juta per unit dan memiliki tipe 36 dan dibangun di atas lahan 75 meter persegi. Di dalamnya ada ruang keluarga, dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur.

Baca juga:

Presiden Jokowi Tinjau Rumah Contoh Tahan Gempa di Yonif Raider, Cianjur