MoU Pembangunan Sistem Cloud Ditandatangani, Siapkan Infrastruktur Pengamanan Siber

0
79
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PT INTI (Persero) Edi Witjara, Chief Executive Officer DesktopIP Phidi Soepangkat, dan Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hinsa Siburian. Penandatangadi hadapan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, di Kantor BSSN Jakarta (Foto: Kementerian BUMN)

(Vibizmedia – Jakarta)  PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (“PT INTI (Persero)”) bersama PT DesktopIP Teknologi Indonesia (“DesktopIP”) serta Badan Siber dan Sandi Negara (“BSSN”) mempersiapkan infrastruktur pengamanan siber mengikuti instruksi langsung  dari Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

Aksi strategis yang telah mengantongi dukungan dari pemegang saham melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) selaku kuasa pemegang saham itu diinisiasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) tentang Pembangunan Sistem Cloud dalam Rangka Penyiapan Infrastruktur Pengamanan Siber di Wilayah Republik Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, Senin (10/10) menyatakan,   data kita tidak aman, karena data kita masih berjalan di public cloud milik perusahaan asing. Melalui MOU ini akan jadi momentum membangun, terlebih karena  Presiden memiliki semangat untuk tingkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Ini momentum yang tepat sehingga industri digital kita punya kedaulatan sendiri.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PT INTI (Persero) Edi Witjara, Chief Executive Officer DesktopIP Phidi Soepangkat, dan Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hinsa Siburian. Penandatanganan dilakukan di hadapan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, di Kantor BSSN Jakarta.

Kehadiran unsur pimpinan Kantor Staf Presiden itu menjadi sebuah representasi komitmen pemerintah untuk membenahi kondisi cyber security nasional yang dapat ditingkatkan melalui pengembangan cloud system lokal buatan anak negeri bersertifikasi dari BSSN.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan, impian menjadi global player di digital industry akan diantar  dengan kekuatan penuh karena harus disadari bahwa tantangannya tidaklah mudah.

Kegiatan yang dihelat di Kantor BSSN, Kota Jakarta itu mendapatkan dukungan penuh dari keempat belah pihak, yang direpresentasikan melalui kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Dr. Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, Kepala Sekretariat Kantor Staf Kepresidenan Yan Adikusuma, Plt. Sekretaris Utama BSSN Y.B. Susilo Wibowo, S.E., M.M., Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Inspektur Jenderal Polisi Dono Indarto, S.Ik., M.H., Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Mayor Jenderal TNI Dominggus Pakel, S.Sos., M.M.S.I., Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN Intan Ayu, S.Si., M.T., Plt. Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Faizal Achmad, S.Kom., M.T., Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi BSSN Brigadir Jenderal Tni Ferdinand Mahulette, S.E., Plt. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Egia Kerta Anggara, S.St., MM., Direktur Business Development PT INTI (Persero) Gemi Suprayogi, President Commisioner DesktopIP Prof. Dr. Ir. Eko K Budiardjo, M.Sc., Chief Technology Officer DesktopIP Wisesa Widyantoro, serta Chief Business Officer DesktopIP Berkah Aljono.

Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hinsa Siburian, Senin (10/10) menyatakan, ancaman siber adalah ancaman hibrida, terkait dengan kontrol informasi, spionase, dan sabotase. Titik berat BSSN dalam kedaulatan data adalah semua infrastuktur informasi visual nasional dapat terlindungi dengan baik. Presiden telah mengingatkan tentang kejahatan siber dan keamanan data, maka kolaborasi ini sangat bagus untuk masa depan keamanan siber Indonesia.

Nantinya, kolaborasi tim cloud system anak negeri ini akan menjalankan fungsi garda terdepan keamanan siber nasional melalui cakupan tanggung jawab strategis berikut: pengembangan software atau piranti lunak yang dibutuhkan, pembangunan dan pengembangan infrastruktur cloud system dan peralatannya, pembangunan dan pengembangan algoritma keamanan siber, kegiatan strategis lainnya yang terkait dengan fungsi pengamanan siber.

Peningkatan aspek keamanan siber tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan di semua level infrastruktur, seperti network perimeter security, network security, infrastructure security, application security, dan data security. Sebab, hal tersebut menjadi substansi penanggulangan berbagai ancaman siber yang secara umum terklasifikasi ke dalam tiga kelompok yaitu Cyber Crime, Cyber Terror, dan Cyber Attack.

Direktur Utama PT INTI (Persero) Edi Witjara, Senin (10/10) menyatakan, kolaborasi ini akan menjadi momen yang disebut sebagai kebangkitan industri dalam negeri. Suatu harapan besar  akan melahirkan momentum yang kelasnya sangat istimewa.  Jika impian ini terwujud, dengan kedaulatan data, dengan cakupan Indonesia yang besar secara keseluruhan, pemerintah, bisnis, dan masyarakat akan mendapat benefit keamanan data di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan besar dan institusi pemerintahan Indonesia mengalami berbagai serangan siber dengan estimasi kerugian menurut riset International Monetary Fund (IMF) 2020 tercatat hingga US$100 miliar. Aksi cyber attack itu kian intens seiring dengan makin masifnya transformasi digital yang digencarkan dalam tiga tahun terakhir.

Mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2006 tentang Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), area pencegahan dan penanganan keamanan siber diketuai oleh Presiden Republik Indonesia. Hal ini menjadi sebuah indikator bahwa keamanan siber memiliki level urgensi yang sangat signifikan. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk mewujudkan kedaulatan keamanan siber nasional.

PT INTI (Persero) pun kemudian mendapatkan mandat untuk berperan memberikan layanan cloud dan blockchain produk asli dalam negeri yang dilengkapi dengan keamanan siber hasil kerja sama pengembangan dengan BSSN. PT INTI (Persero) juga menggandeng pihak swasta yaitu PT Desktop IP untuk memperkuat aspek cloud.

Direktur Utama PT INTI (Persero) Edi Witjara menyatakan, infrastruktur pengamanan siber sedang disiapkan bersama partner dari DesktopIP di Kantor Pusat PT INTI. Kualitasnya harus dipastikan agar sesuai dengan standar tinggi BSSN. Nantinya Indonesia akan mandiri dan berdaulat melalui cloud system lokal kebanggaan cyber security nasional, sebuah role model produk nasional, dengan kehandalan dan standar cakupan internasional.

Setelah  penandatanganan nota kesepahaman ini selesai, maka tahap selanjutnya adalah Proof of Concept (POC) INTI Cloud System dengan melibatkan sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jawa Barat serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, untuk bergabung dalam proses POC tersebut secara gratis.

Terkait hal ini, Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden berharap dengan adanya kolaborasi antara BSSN, PT INTI (Persero), dan pihak terkait lainnya itu akan membentuk sebuah kekuatan dan kemandirian terhadap keamanan siber oleh badan dan perusahaan dalam negeri.

Apalagi, BSSN mencatat bahwa setidaknya telah terjadi 1,6 miliar anomali trafik sepanjang tahun 2021, yang menjadi representasi bahwa 83 persen perusahaan di Indonesia masih rentan aktivitas peretasan. Fakta ini diperkuat dengan data ASEAN Cyberthreat 2021 yang dirilis Interpol, bahwa Indonesia menempati urutan pertama dengan 1.3 juta kasus di antara negara-negara ASEAN perihal serangan malware. Kondisi ini disusul dengan 700 juta serangan siber di Indonesia selama kurun waktu 2022, yang didominasi ransomware atau malware dengan modus meminta tebusan.

Chief Executive Officer DesktopIP Phidi Soepangkat menyatakan, kolaborasi ini akan membuat Indonesia memiliki kemandirian di dunia digital, memiliki produk kebanggaan nasional, sambil membangun core computer skill di dalam negeri. Dengan kapabilitas dan skill dalam negeri, maka kita bisa mengontrol data kita.

INTI Cloud System

INTI Cloud System ini merupakan platform layanan cloud dan blockchain inovasi dalam negeri yang sudah dilengkapi dengan keamanan siber ini memiliki sejumlah keunggulan antara lain:

  • Collaborate and Stay Connected
  • Centralize Digital Assets
  • Protect Assets with Encription
  • File Recovery
  • Anytime & Anywhere Access
  • Office Document Editor

PT INTI (Persero) telah tercatat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Industri pertama yang berhasil mengantongi Sertifikasi Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dari BSSN.

Sertifikasi Pembentukan INTI-CSIRT ini sekaligus menandai bahwa PT INTI (Persero) secara resmi memiliki dasar dan kapabilitas yang tersertifikasi untuk menangani berbagai insiden siber di tengah berjalannya sistem elektronik Perusahaan. Tidak hanya sekedar sertifikasi, tapi INTI-CSIRT ini nantinya bisa menjadi modal bagi Perusahaan untuk pengembangan bisnis dan kerja sama strategis, terutama kaitannya dengan cyber security dan sektor industri lain yang memiliki potensi terjadinya insiden cyber.

TENTANG PT INTI (PERSERO)

PT INTI (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki lini bisnis di bidang System Integrator, Manufacture, dan Digital. Untuk mendukung bisnisnya, PT INTI (Persero) yang berkantor pusat di Jalan Moch Toha Nomor 77 Bandung itu juga mengoperasikan fasilitas produksi seluas delapan hektar di Jalan Moch Toha Nomor 225 Bandung, yang memproduksi perangkat telekomunikasi dan elektronik.

Baca juga:

Kominfo Segera Tindak Lanjuti Dugaan Kebocoran Data Kartu SIM Bersama Ekosistem Pengendali Data