Kalikan Expo 2022, Kontes Ikan Hias Air Tawar Internasional, Menuju UMKM Go Global

0
97

(Vibizmedia – Jakarta) Kontes ikan hias air tawar skala internasional KALIKAN EXPO 2022  telah berlangsung di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran pada 14-16 Oktober 2022, merupakan event yang digelar sebagai kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama startup Kalikan.

Melalui kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak lagi produk ikan hias air tawar yang dihasilkan para pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Indonesia, untuk bisa menembus pasar global.

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto menjelaskan, ikan hias air tawar merupakan primadona di pasar internasional. Berdasarkan data, perdagangan ikan hias di pasar internasional 79 persennya adalah jenis ikan hias air tawar.

Doni mengungkapkan bahwa uang yang berputar di ikan hias air tawar itu sangat tinggi. Itu sebabnya Menteri Sakti Wahyu Trenggono punya perhatian besar pada perkembangan ikan hias air tawar. Kalikan Expo merupakan kolaborasi KKP dengan startup Kalikan dalam membantu pelaku ikan hias air tawar yang umumnya UMKM untuk bisa meningkatkan daya saing produknya dan membuka akses pasar untuk  UMKM bisa “go global.”

Menteri Kelautan dan Perikanan telah menerbitkan Kepmen KP Nomor 2/2021 perihal penetapan 2 jenis ikan sebagai maskot ikan hias nasional, yakni Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) sebagai maskot ikan hias air tawar dan Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) sebagai maskot ikan hias laut.

Nilai permintaan ikan hias dunia pada tahun 2017 sebesar USD315,12 juta meningkat menjadi USD366,61 juta di tahun 2021. Indonesia sendiri saat ini menempati posisi lima eksportir ikan hias dunia dengan nilai ekspor USD34,5 juta pada tahun 2021 di mana sebagian besar disumbang oleh ikan hias air tawar.

Chief Operating Officer (COO) Kalikan Ardani Yusuf Prawira mengatakan, kontes ikan hias air tawar memperebutkan Piala Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut diikuti peserta dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Ikan hias air tawar yang dilombakan di antaranya chana, gold fish, lohan, dan siklid.

Ardani menambahkan, dewan juri dalam lomba ini juga ada yang berasal dari luar negeri. Selain kontes, dalam Kalikan Expo juga ada pameran, serta dialog tentang pemberdayaan UMK. Yang dibicarakan adalah tentang industri ini, upaya peningkatan kualitas dan daya saing, hingga regulasi. Jadi ini ada banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh  UMKM, baik dari sisi manajemen bisnis, tentang ikan, pakan dan sebagainya.

Kalikan sendiri merupakan brand digital marketplace yang dikembangkan untuk menumbuhkan ekosistem digital bagi para UMKM ikan hias air tawar, serta pengembangan dan pemberdayaan kewirausahaan UMKM untuk dapat bersaing di pasar nasional dan internasional. Ekosistem yang dibangun di antaranya marketplace, asosiasi, digital platform, dan taman ikan hias air tawar.

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Edwin Dwiyana menjelaskan, pelaksanaan Kalikan Expo 2022 merupakan bagian dari kerja sama dalam memperkuat promosi ikan hias air tawar Indonesia.

Kerjasama dengan Kalikan juga merupakan  wujud upaya KKP dalam meningkatkan daya saing ikan hias Indonesia. Selain itu pihaknya juga aktif berpartisipasi dalam sejumlah event nasional maupun internasional yang bertujuan mempromosikan produk ikan hias Indonesia.

Erwin menambahkan, KKP melalui Ditjen PDSPKP sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Kalikan, di mana salah satunya kita akan memperkuat promisi ikan hias, terutama  ikan hias air tawar.

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM Riza Priyatna mengatakan, dukungan KKP terhadap pelaku usaha ikan hias juga dilakukan dengan memudahkan akses layanan melalui sistem sertifikasi online Jesika Mo. Dengan sistem ini, pelaku usaha perikanan tidak perlu jauh-jauh ke bandara untuk mengurus sertifikasi yang menjadi syarat lalu lintas produk ikan hias.

Riza menambahkan, selama ini pihaknya melakukan pembinaan di wilayah Parung di mana ada banyak sekali pembudidaya kelas rumah tangga. Untuk beberapa UMKM di sana telah dibuka  layanan sertifikasi Jesika Mobile. Pos juga telah dilbuat di Bogor, jadi yang dari Parung tidak perlu lagi mengurus surat-suratnya di Soetta, tetapi bisa diselesaikan di Bogor.

Untuk meningkatan daya saing ikan hias di Indonesia, KKP juga mengupayakan peningkatan sistem ketelurusan ikan melalui Surat Angkut Jenis Ikan (SAJI) yang ditangani oleh Direktorat Konservasi dan Kekayaan Hayati Laut Ditjen PRL KKP.

SAJI adalah dokumen yang harus dimiliki setiap orang dan/atau pelaku usaha untuk melakukan pengangkutan jenis ikan dilindungi dan atau jenis ikan yang tercantum dalam Appendiks CITES baik di dalam negeri maupun dari dalam ke luar negeri dan/atau dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Direktur KKHL Ditjen PRL Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan menyatakan,  urusan perdagangan tidak bisa dilepaskan dari konservasi. Konservasi  tidak hadir untuk menambah sulit urusan, tapi ingin membantu dan memberi nilai tambah agar produk ikan hias menjadi “biodiversity friendly.” Dengan jaminan ketelusuran ini, produk ikan menjadi legal dan memiliki daya saing tinggi.

Kerjasama KKP dengan Kalikan juga dinilainya sangat baik sebagai sarana sosialisasi maupun edukasi pentingnya menjamin ketelusuran ikan hias yang dihasilkan.

Firdaus melanjutkan, market place (Kalikan) bisa jadi proxy  untuk mengetahui berapa populasi ikan,  baik yang dibudidaya maupun yang ada di alam, dan edukasi lainnya.

Baca juga:

Indonesia Sumber Ikan Hias Tropis Kedua Dunia, KKP Perluas Jaringan Pasar Ikan Hias Air Tawar