KKP Menyiapkan Ikan Kerapu dari Anambas Menjadi Komoditas Unggulan Ekspor

0
90
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyiapkan ikan kerapu bebek sebagai komoditas unggulan ekspor (Foto: Kementerian KPP)

(Vibizmedia – Anambas) Mengingat besarnya potensi budidaya kerapu  di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berencana menyiapkan ikan kerapu bebek sebagai komoditas unggulan ekspor.

Dalam kunjungan kerjanya di Pulau Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (19/10/2020, Menteri Trenggono menyatakan, KKP akan mengupayakan agar Anambas menjadi wilayah yang memiliki kekuatan khususnya di sektor budidaya kerapu. Ada kerapu yang punya nilai tinggi, yaitu kerapu bebek dan kerapu sunu. Ini harus menjadi unggulan di wilayah ini.

Budidaya pembesaran kerapu di Kepulauan Anambas paling banyak ditemui di Kecamatan Siantan Tengah. Total area budidaya mencapai 1,5 hektare dari potensi yang ada seluas 700 hektare. Volume produksinya dinilai belum optimal, yaitu baru di angka 80 ton per tahun.

Sebagian besar pembudidaya masih mengandalkan cara budidaya secara tradisional menggunakan keramba jaring tancap. Kendati demikian, perputaran uang yang dihasilkan terbilang besar mencapai Rp10 miliar per tahun, dimana ikan kerapu hasil budidaya Anambas sudah menembus pasar ekspor ke Hongkong.

Menteri Trenggono menyatakan, potensinya sangat besar sekali. Kendala yang disampaikan adalah masalah benih dan pakan. Pihaknya akan mengupayakan adanya solusi sesegera mungkin. Menteri Trenggono sudah meminta ke jajaran untuk dibangun balai agar benih mudah didapat, begitu juga dengan pakan. Kedua hal ini yang paling penting yang harus ada.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyiapkan ikan kerapu bebek sebagai komoditas unggulan ekspor (Foto: KKP)

Sementara itu Bupati Anambas Abdul Haris menyampaikan upaya yang tengah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas para pembudidaya kerapu. Salah satunya menggandeng perguruan tinggi untuk menghasilkan pakan buatan berbahan nabati.

Bupati Abdul Haris menyatakan, bersyukur dengan adanya rencana pembangunan balai benih, karena ini sangat baik sekali untuk pembudidaya kerapu. Pihaknya juga sudah berbincang mengenai pakan. ITB menyatakan bisa membuat pelet nabati untuk makan ikan air tawar maupun ikan air laut. Untuk itu akan terus ditindaklajuti kerja sama ini, dengan harapan bisa dilakukan dan diwujudkan sebagai solusi mengurangi penggunaan makanan dari ikan rucah.

Dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Anambas, Menteri Trenggono turut menyerahkan bantuan untuk para pembudidaya yang ada di Kampung Perikanan Budidaya Kerapu Anambas di Desa Air Desa, berupa ribuan bibit serta puluhan paket jaring apung.

Baca juga:

Utamakan Quality Assurance Untuk Tingkatkan Kinerja Ekspor Produk Perikanan