Telkom Terus Bangun dan Perkuat Ekosistem Digital Merata di Seluruh Indonesia

0
89

(Vibizmedia – Jakarta) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan yang bergerak pada sektor telekomunikasi digital senantiasa melakukan beragam inovasi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dalam upaya mendukung akselerasi digital dalam negeri,  Ada tiga pilar utama yang dilakukan, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Melalui ketiga hal tersebut Telkom fokus meningkatkan kapabilitas dalam menyediakan layanan terbaiknya sebagai solusi dari permasalahan pada berbagai sektor industri.

Sesuai arahan Pemerintah bahwa tugas BUMN adalah  menjalankan dua fungsi utama yakni sebagai agent of value creator (pencipta nilai) dan agent of development (agen pembangunan), maka Telkom secara berkelanjutan terus membangun dan memperkuat ekosistem digital demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menteri BUMN RI Erick Thohir menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital didorong melalui banyak faktor khususnya melalui penyediaan infrastruktur digital, UMKM, dan startup. Potensi pertumbuhan ekonomi digital tentu akan melibatkan seluruh pemain digital untuk bersinergi menjadi satu kesatuan.

Erick Thohir menyatakan, ketika berbicara mengenai ekonomi digital,  maka tidak akan terlepas dari infrastruktur. Saat ini, Telkom juga fokus pada segmen B2B dan B2C untuk semakin mendorong potensi digital. Dengan hadirnya Telkom terutama melalui fiber optic, data center, 5G tower yang dimaksimalkan melalui seluruh TelkomGroup akan membentuk satu ekosistem besar yang berkesinambungan. Erick mengajak untuk bersama-sama menjelajahi dunia digital ekonomi yang Indonesia miliki.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam kegiatan SOE International Conference pekan lalu mengungkapkan, BUMN harus memanfaatkan momentum tren digitalisasi ini dengan membangun ekosistem digital agar bisa terus berkembang.

Kartika menjelaskan, kita sudah melihat upaya Telkom membangun BTS di daerah terpencil sebagai upaya untuk membuka akses telekomunikasi. Ini merupakan investasi di sektor back end. Hal ini tentunya bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang semakin merata di seluruh Indonesia.

Cita-cita Telkom untuk dapat memberikan solusi digital yang inklusif bagi masyarakat juga selaras dengan salah satu tema dan tujuan utama yang hendak diwujudkan pada forum multilateral G20. Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus Presidensi G20 tahun ini berupaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi global di berbagai sektor industri melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan semangat bertransformasi, Telkom berkomitmen untuk mewujudkan tujuan tersebut tidak hanya dengan menghadirkan berbagai layanan digital, namun juga meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat sehingga dapat  menciptakan ekosistem digital yang menyeluruh.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah yang juga merupakan Pemimpin Gugus Tugas Digitalisasi B20 Indonesia 2022 pada kesempatannya beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa, inklusi digital harus diwujudkan untuk menghadapi arus digitalisasi yang telah banyak merubah pola hidup dan interaksi manusia. Disamping itu, perlu dipastikan seluruh masyarakat harus dapat menikmati dampak positif dari kehadiran teknologi digital.

Telkom telah menunjukkan langkah nyata dalam membangun konektivitas digital hingga ke pelosok nusantara untuk menggali potensi ekonomi dari berbagai lapisan masyarakat. Saat ini, Telkom memiliki infrastruktur jaringan fiber optic mencapai 171.654 km atau setara 4x keliling bumi didukung oleh 2 satelit dengan total kapasitas 109 transponder, yang mampu menjangkau hingga ke desa terpencil. Dengan konektivitas jaringan yang menyeluruh, masyarakat di daerah memiliki kesempatan dan peluang yang sama dalam menjalankan usaha maupun mendapatkan fasilitas yang mumpuni untuk menunjang kehidupan.

Tidak hanya melalui infrastruktur digital, Telkom juga turut menghadirkan berbagai platform dan layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 28 fasilitas data center di antaranya 23 domestik dan 5 luar negeri  dimiliki oleh Telkom yang dapat mendukung berkembangnya perusahaan dan startup anak bangsa.

Selain itu, untuk memberikan kemudahan dan pengalaman terbaik bagi masyarakat, keberadaan ekosistem ekonomi digital bisa diartikan sebagai terjadinya optimalisasi layanan serta produk yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Optimalisasi ini akan menjadi akselerator Indonesia untuk menjadi kekuatan utama ekonomi digital di regional dan dunia. Beberapa solusi yang dihadirkan Telkom untuk menggerakkan perekonomian digital nasional, di antaranya PaDi UMKM (UMKM), Agree (pertanian dan perikanan), Logee (Logistik), BigBox (Satu Data Indonesia), dan banyak layanan digital lainnya.

Ririek menegaskan, Telkom terus fokus membangun infrastruktur ke seluruh daerah-daerah khususnya ke area 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) untuk menggali potensi ekonomi digital. Selain daripada infrastruktur digital, pilar bisnis Telkom ada pada digital platform dan digital services. Itulah sebabnya Telkom juga memiliki program inkubasi bagi para startup dan program untuk UMKM. Telkom juga aktif mengembangkan berbagai platform dan aplikasi yang ada di Indonesia maupun yang ada di beberapa negara lain dan bekerjasama dengan perusahaan dari berbagai sektor.

Beragam teknologi digital yang dikembangkan oleh Telkom, tentunya membutuhkan kolaborasi dari pemerintah maupun pelaku usaha untuk dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi digital serta memberikan kebermanfaatan yang positif melalui ekosistem digital yang terbangun di seluruh masyarakat.

Baca juga:

Peranan BUMN dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia