Keamanan Siber Negara Harus Terjaga, Penyelenggara Sistem Elekronik Harus Melakukan Tiga Hal

0
80
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate dalam acara Indonesia Cybersecurity Conference 2022: Building Cyber Resiliency for the Border-less Organisation, di Hotel Langham, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Oktober 2022 (Foto: Kominfo)

(Vibizmedia – Jakarta) Keamanan siber sudah menjadi bagian utama dalam kedaulatan digital setiap negara. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan salah satu kunci memperkuat ketahanan siber adalah dengan cara mengurangi kebocoran data dari dalam Penyelenggara Sistem Elekronik (PSE).

Dalam acara Indonesia Cybersecurity Conference 2022: Building Cyber Resiliency for the Border-less Organisation, di Hotel Langham, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022), Menteri Johnny menyatakan, sistem cybersecurity sangat luas, termasuk resiliensi dan kedaulatan satu bangsa, dalam hal ini Republik Indonesia.  Itu sebabnya harus ada upaya untuk memastikan bahwa keamanan siber negara terjaga dengan baik. Hal itu juga sudah diatur di dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dimana PSE harus mempunyai Data Protection Officer (DPO).

Ada tiga hal yang perlu dilakukan PSE agar bisa memperkuat ketahanan sistem keamanan siber, demikian penjelasannya. Ketiga hal tersebut adalah adanya  teknologi enkripsi, tersedianya talenta digital dan cybersecurity digital talent  di semua PSE. Karena kebocoran bisa berasal dari dalam bukan dari luar.

Menkominfo menekankan dalam pengembangan ekonomi digital, keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan digital suatu bangsa.

Dengan tegas ia  mengingatkan seluruh penyelenggara SE baik privat maupun publik, domestik maupun global untuk memperhatikan daya tahan terhadap serangan siber di upstream (jaringan/network), juga memastikan di seluruh end point-nya mempunyai daya tahan yang cukup terhadap serangan-serangan siber.

Menurut Menteri Johnny, penjagaan keamanan siber yang memadai harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak.  Bahkan, ketika serangan siber meningkat, Kementerian Kominfo bersama dengan Badan Sandi dan Siber Negara, serta semua perangkat yang dimiliki pemerintah terus berkolaborasi.

Ia menjelaskan bahwa Kominfo mendukung BSSN yang merupakan regulator dan akan melakukan monitoring terhadap seluruh daya tahan dan sistem siber. Untuk itu perlu didukung oleh kemampuan PSE yang mempunyai sistem dengan siber security yang resilient.

Dalam acara tersebut, Menkominfo mengajak segenap insan digital Indonesia mengambil bagian dalam memanfaatkan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang. Karena jika tidak,  potensi ekonomi digital yang besar akan menghilang dengan sendirinya. Ia juga mendukung dan selalu mengikuti perkembangan. Ia yakin segenap insan-insan digital Indonesia siap mengambil bagian dalam memanfaatkan digital economy khususnya di Indonesia yang terus berkembang.

Baca juga:

MoU Pembangunan Sistem Cloud Ditandatangani, Siapkan Infrastruktur Pengamanan Siber