Kolaborasi Strategis INTI dan BEI Tandatangani MOU Road to IPO 2025

0
94
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) antara PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dengan PT Bursa Efek Indonesia tentang Pemahaman Pasar Modal di Indonesia (Foto: Kementerian BUMN)

(Vibizmedia – Jakarta) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (“PT INTI (Persero)”) meresmikan kolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)  memasuki kuartal akhir tahun 2022. Sinergi strategis terkait target penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering atau IPO) pada tahun 2025 itu diinisiasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MOU) tentang Pemahaman Pasar Modal di Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto, Selasa (25/10), menyatakan, Road to IPO 2025 adalah bagian dari program transformasi total PT INTI (Persero) dalam lima tahun. Sinergi dengan BEI ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai target agresif dalam periode 2023-2027.

Nota Kesepahaman yang dilakukan pada Selasa, 25 Oktober 2022, tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto dan Direktur Utama BEI Iman Rachman.

Kegiatan yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kota Jakarta, itu mendapatkan dukungan penuh dari kedua belah pihak, yang direpresentasikan melalui kehadiran Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna serta unsur pimpinan lainnya dari kedua belah pihak.

Sinergi yang telah mengantongi dukungan dari pemegang saham melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) selaku kuasa pemegang saham itu rencananya akan fokus pada aspek pendampingan agenda “Road to IPO 2025” melalui sosialisasi pada seluruh karyawan PT INTI (Persero) untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai investasi dan pendanaan di pasar modal.

Kerja sama strategis pada aspek sosialisasi itupun akan dibarengi dengan sokongan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan PT INTI (Persero) dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan lainnya, terutama wawasan yang berkaitan dengan bidang pasar modal.

Kolaborasi kedua belah pihak  telah melalui sejumlah tahapan penjajakan, yaitu pertemuan antara Manajemen PT INTI (Persero) dengan Head of Representative Office BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini pada 26 Agustus 2022.

Pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui kegiatan “Sosialisasi Initial Public Offering dan Perencanaan Kebebasan Finansial” yang melibatkan Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Kantor Regional 2 Jawa Barat Tjandra Nyata Kusuma, Head of Representative Office BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini, serta Regional Branch Manager PT Mandiri Sekuritas Yudhistira Putra Pradana, pada 16 September 2022.

Tri Hartono Rianto menambahkan, aksi korporasi yang dieksekusi melalui penawaran umum saham perdana itu nantinya akan memberikan momentum yang berkesinambungan dengan program strategis “INTI Reborn”, terutama kaitannya dengan kondisi Perusahaan yang tengah menjadwalkan fokus dua tahun mendatang sebagai periode pembenahan diri.

Tri Hartono Rianto menjelaskan, rencana IPO ini merupakan salah satu opsi bagi korporasi untuk memperoleh tambahan dana dalam bentuk modal dari pihak eksternal.

Program Transformasi Total “INTI Reborn”

Program transformasi total “INTI Reborn” telah mengantongi restu dari pemegang saham, sekaligus keberpihakan dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Transformasi total dengan sokongan para pemegang keputusan itu ditargetkan akan memuluskan pencapaian target agresif yang telah dicanangkan PT INTI (Persero) dalam kurun waktu 2022-2027.

PT INTI (Persero) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki lini bisnis di bidang System Integrator, Manufacture, dan Digital. Untuk mendukung bisnisnya, PT INTI (Persero) yang berkantor pusat di Jalan Moch Toha Nomor 77 Bandung itu juga mengoperasikan fasilitas produksi seluas delapan hektar di Jalan Moch Toha Nomor 225 Bandung, yang memproduksi perangkat telekomunikasi dan elektronik.

Baca juga:

Pasar Modal Indonesia Teruji Dalam Berbagai Guncangan Ekonomi