Peluncuran Metta DC Data Center, Karya Anak Bangsa

0
124
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam peluncuran Metta DC Data Center , Rabu, 26 Oktober 2022 (Foto: Kominfo)

(Vibizmedia – Jakarta) Apresiasi diberikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate atas inovasi dan kreativitas anak bangsa di bidang digital yang mendukung pemerataan dan pemanfaatan teknologi digital di seluruh wilayah tanah air. Bahkan, Menkominfo mendorong keterlibatan sektor privat dalam pengembangan pusat data.

Saat memberikan sambutan dalam Grand Launching Indonesia Next Leading Data Center Metta DC, di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022), Menteri Johnny menyatakan, suatu kebanggaan tersendiri jika bisa menyaksikan satu hasil karya anak bangsa di bidang digital yang merupakan  keberanian yang luar biasa dengan keputusan bisnis yang diambil di era yang tidak gampang.

Menteri Johnny menyatakan di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan perubahan geopolitik, keputusan membangun pusat data layak menginspirasi bagi pengembangan kolaborasi pentahelix.

Ia menyatakan harapannya agar hal ini dapat menginspirasi yang lainnya bahwa iklim usaha di sektor digital begitu besarnya. Tidak saja di infrastruktur hulu tapi juga di infrastruktur hilir seperti pusat data.

Menkominfo menegaskan kembali arahan Presiden Joko Widodo agar ekosistem dan seluruh pentahelix harus bahu-membahu dan berkolaborasi melewati ketidakpastian akibat pandemi dan dinamika geopolitik.

Menteri Johnny mengajak untuk terus membangun bangsa dan negara melalui optimisme yang tinggi. Pemerintah ikut mengambil bagian secara aktif dibawa arahan Presiden untuk menyediakan infrastruktur hulu digital, di saat yang bersamaan juga mendorong dan membangun infrastruktur hilir digital.

Menurut Menteri Johnny cloud computing dan pusat data baik dari sektor publik maupun privat merupakan bagian dari infrastruktur hilir digital. Menkominfo menyatakan, saat ini penggunaan atau konsumsi data per kapita Indonesia masih sangat rendah. Sebagai contoh, satu watt per kapita setara dengan sekitar 270 megawatt.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Indonesia sekitar 275 juta, maka setara dengan 275 megawatt. Sedangkan di negara tetangga jumlahnya 100 per kapita, dengan kata lain sebesar 100 kali lipat.  Harapannya adalah Indonesia bisa setara dengan negara-negara kepulauan lainnya untuk 10 watt per kapita.

Sebagai gambaran, jika 10 watt per kapita maka dibutuhkan 2,7 – 3 Gigawatt power suply. Metta DC sendiri dalam lima tahun perencanaan akan membangun 500 megawatt atau setengah gigawatt kapasitas pusat data. Sedangkan Pemerintah melalui Kementerian Kominfo juga akan membangun empat pusat data dengan Standar Global Tier 4.

Menkominfo menjelaskan, pusat Data yang pertama Tier 4 government cloud adalah di Jabodetabek yang peletakkan batu pertama diperkirakan awal bulan November nanti. Pusat Data Tier 4 ini ditujukan untuk kebutuhan pemerintah.

Menteri Johnny menjelaskan tiga lokasi pusat data lain akan dibangun di Batam, Ibukota Negara Baru (IKN) Nusantara dan Labuan Bajo yang masing-masing juga memiliki Standar Global Tier 4. Seluruh pembangunan pusat data tersebut juga sangat bergantung kepada ketersediaan fiber optik.

Ia menyatakan, tentulah tidak mungkin membangun pusat data yang tidak tersedia fiber optiknya, karena perlu tahu hendak kemana mau digunakan dan efisiensi transmisi data melalui pusat data dan fiber optik. Untuk pemerintah, empat titik itu ditetapkan dengan berbagai pertimbangan.

Usai memberikan sambutan dalam Grand Launching Indonesia Next Leading Data Center, Menteri Johnny meresmikan Gedung Data Center Metta DC ID01. Prosesi peresmian itu turut disaksikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan CEO of Metta DC Sukoco Halim.

Baca juga:

MoU Pembangunan Sistem Cloud Ditandatangani, Siapkan Infrastruktur Pengamanan Siber