Tenun Maumere Terpilih Sebagai Produk Ekonomi Kreatif Andalan dalam ADWI 2022

0
61
Tenun Maumere
Ilustrasi Tenun Maumere. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa pihaknya menggelar pameran 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 sebagai bagian dari rangkaian acara menuju malam puncak/penghargaan ADWI 2022 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, pada Minggu, 30 Oktober 2022.

“Pemeran menghadirkan berbagai produk wisata dan ekonomi kreatif dari 50 desa yang terpilih dalam 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2022,” katanya.

Salah satunya Desa Wisata Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang menghadirkan produk ekonomi kreatif andalan mereka, Tenun Maumere.

Sandi mengatakan pameran ini merupakan salah satu upaya dari Kemenparekraf/Baparekraf untuk terus memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif desa-desa wisata terbaik di Indonesia.

“Produk-produk ekonomi kreatif dari desa wisata ini yang menjadi salah satu unggulan untuk menarik minat kunjungan wisatawan, tidak hanya wisatawan nusantara tapi juga wisatawan mancanegara,” jelas Sandi.

Selain pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, pelatihan dan pendampingan dengan pilar adaptasi, inovasi dan kolaborasi, salah satu yang juga ditekankan adalah pemanfaatan digitalisasi.

“Kami menggunakan konsep pendekatan digital marketing dengan produk-produk ekonomi kreatif yang menjadi unggulan, jadi ada beberapa konten-konten kreatif yang kami sudah siapkan,” kata Sandiaga.

Sandi berharap desa-desa wisata yang berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2022 dapat terus meningkatkan potensi diri untuk terus berkembang. Tidak hanya memenuhi standar nasional, tapi juga internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga berkesempatan memberikan sertifikat desa wisata berkelanjutan untuk Desa Wisata Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Kita sebelumnya sudah punya Desa Wisata Penglipuran juga Nglanggeran yang berhasil masuk ke tingkatan dunia, tahun depan kita targetkan ada lagi desa wisata kita yang bisa masuk tingkatan dunia,” ungkap Sandi.

Selain itu, Sandi juga berkesempatan menyaksikan penandatanganan MoU pengembangan desa wisata dengan sejumlah mitra,di antaranya BCA serta Astra.

“Mitra kolaborasi kita arahkan semuanya untuk mendukung pengembangan desa wisata yang tahun depan kita targetkan tidak lagi 50 besar, tapi 75 besar desa wisata terbaik. Sehingga target 244 desa wisata (tersertifikasi desa wisata maju, mandiri, berkelanjutan di tahun 2024) yang diamanatkan kepada kami sesuai RPJMN bisa tercapai,” jelas Sandi.