KKP Mencatat Sejarah Berhasil Mengembangkan Induk Udang Unggul Vanam

0
126

(Vibizmedia – Karangasem) Sebuah sejarah keberhasilan pengembangan induk udang unggul vaname dicatat oleh   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui program pengembangan ini, KKP optimis mampu memenuhi target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton pada tahun 2024 dan memicu bangkitnya industri udang di Indonesia.

Saat meluncurkan program Induk Udang Unggul Vaname di Karangasem, Bali, Kamis (28/10/2022), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa hal ini merupakan sejarah bagi Indonesia dengan keberhasilannya mengembangkan induk udang unggul vaname. Harapannya, di masa datang  tidak perlu lagi impor induk, karena  sudah bisa membuat sendiri yang dilakukan oleh balai budidaya yang ada di bawah Direktorat Jenderal Budidaya yang ada di Karangasem.  Diyakini bahwa Indonesia akan menjadi champion dalam sektor budidaya di kurun waktu 5 tahun yang akan datang.

Program pengembangan induk udang unggul vaname dilaksanakan oleh Balai Produksi Induk Undang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem. Program yang dinamai Induk Udang Unggul Vaname NuSa Dewa (Nusantara Sakti Dewata) itu diawali dengan program pemuliaan konvensional yang diperkaya dengan marka molekular.

Induk udang unggul vaname hasil pengembangan KKP ini memiliki kelebihan tumbuh lebih cepat, toleran terhadap penyakit, serta dapat bersaing dengan produk induk udang dari negara lain.

Menteri Trenggono menyatakan, beberapa testimoni menyebutkan kelangsungan hidup udang ini ada yang 80 sampai 90 persen. Kalau pengembangan ini terus dilakukan, akan tumbuh investor-investor yang bergerak di bidang produksi induk. Ia  yakin luasan Indonesia sebagai negara maritim tentu akan menguasai pasar udang dunia.

Menteri menambahkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat juga akan ada produk- produk unggul yang lain lagi, dan akan tumbuh sejarah baru lagi. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda dan ulang tahun KKP ke 23 tahun, menunjukkan KKP betul-betul masih muda, lincah dan sudah mampu menciptakan sejarah mengembangkan induk udang unggul vaname, yang menjadi salah satu unggulan kita ke depan.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu memaparkan, keberhasilan mengembangkan induk udang unggul vaname akan menjawab kebutuhan para pembudidaya di Indonesia.

Dengan adanya program pengembangan ini, Tebe, sapaan Tb Haeru Rahayu,  juga optimis KKP mampu meningkatkan produksi udang nasional dan mengurangi impor induk udang vaname yang selama ini volume dan nilainya cukup tinggi.

Tebe menyatakan, khusus untuk komoditas udang pada tahun 2024, pemerintah menargetkan produksi sebanyak 2 juta ton dengan kenaikan nilai ekspor udang sebesar 250 persen. Pencapaian ini menghadapi tantangan yang salah satunya adalah ketersediaan benih udang yang berkualitas.

Dia menambahkan, tujuan program pengembangan tersebut untuk menghasilkan sumber daya genetik udang yang adaptif sesuai kondisi lokal Indonesia agar dapat tumbuh cepat dan toleran sesuai tujuan dan kemandirian udang nasional.

Ia menjelaskan, setelah peluncuran ini pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan pengembangan, penambahan jumlah sumber daya genetik, pengembangan Multiplication Center (MC), serta melakukan uji coba multilokasi kepada pembudidaya.

Sebagai informasi, udang termasuk komoditas unggulan ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai mencapai USD2,2 miliar pada tahun 2021. KKP melalui program strategis Ekonomi Biru, menempatkan udang sebagai komoditas yang digenjot produktivitasnya untuk kebutuhan pasar ekspor.

Baca juga:

Utamakan Quality Assurance Untuk Tingkatkan Kinerja Ekspor Produk Perikanan