Indonesia Fintech Summit 2022 Siap Digelar di Bali

0
99
Indonesia Fintech Summit
OJK dan BI serta asosiasi dan pelaku industri perkuat sinergi melalui Indonesia Fintech Summit (IFS) pada 10-11 November 2022 di Bali. (Foto: OJK)

(Vibizmedia – Nasional) Indonesia Fintech Summit (IFS) 2022 siap digelar Pemerintah bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta asosiasi dan pelaku industry. IFS akan berlangsung pada 10-11 November 2022 di Bali.

Perkembangan layanan keuangan digital/ financial technology (fintech) telah mendorong ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh hingga USD130 miliar pada 2025 nanti. Dengan pergerakan yang menunjukkan peningkatan signifikan, layanan keuangan digital dipercaya mampu mendorong akselerasi pemulihan ekonomi pascapandemi.

Indonesia Fintech Summit 2022 mengusung tema Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability.

Ketua Umum Asosiasi fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa IFS akan kembali menghadirkan perusahaan-perusahaan fintech anggota AFTECH. Juga menghadirkan regulator seperti Bank Indonesia dan OJK, serta para pemangku kepentingan lain di industri fintech, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri.

IFS kali ini diharapkan mampu mengoptimalkan dampak positif sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sistem keuangan di masa mendatang.

“Sebagai Asosiasi yang resmi ditunjuk oleh OJK untuk menaungi penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD), ajang IFS menjadi upaya AFTECH untuk meraih visi, yakni mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan digital,” ujar Pandu dalam Konferensi Pers Pra-acara 4 th IFS dan BFN 2022 di Gedung Mulia II Jakarta, Senin (7/11/2022).

Sementara itu, Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP), Bank Indonesia Dudi Dermawan menyatakan, jumlah fintech di Indonesia tumbuh pesat dengan transaksi yang terus berakselerasi.

“Dalam penyelenggaraan IFS tahun ini, BI bersama AFTECH dan OJK mengangkat berbagai tema yang masih sejalan dengan topik pada Presidensi G20 Indonesia,” ungkap Dudi.

Ia menambahkan, Presidensi G20 Indonesia mengangkat pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment) sebagai salah satu agenda prioritas.

Di sisi supply, saat ini OJK berkolaborasi dengan seluruh elemen ekosistem keuangan digital tengah mempersiapkan infrastruktur seperti e-KYC, tanda tangan elektronik, dan digital ID serta perangkat keamanan siber yang diyakini mampu meningkatkan tata kelola dan tingkat keamanan dalam bertransaksi melalui layanan dan produk keuangan digital.

Sedangkan di sisi demand, masyarakat disiapkan dengan literasi keuangan digital yang memadai sehingga paham akan risiko-risiko dalam bertransaksi melalui produk dan layanan keuangan digital.