Mengunjungi Konservasi Beruang hitam di Air terjun Tat Kuang Si, Luang Prabang, Laos

0
132
Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus) sedang bermain-main di kandang (Foto: Daniel Otto)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Laos, negara tetangga kita, bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang menarik karena memiliki beberapa pilihan tempat yang bisa dituju. Salah satu destinasi wisata yang populer di sana adalah tempat wisata Air Terjun Kuang Si di provinsi Luang Prabang yang terkenal karena keindahannya.

Air terjun Tat Kuang Si, Luang Prabang, Laos (Foto: Daniel Otto)

Di lokasi ini, bukan saja bisa menikmati pemandangan indah dari air terjun yang berada di atas bebatuan berundak, tetapi  kalau kita memilih jalur walking trail menuju puncak air terjun Kuang Si, kita akan bertemu dengan tempat konservasi beruang hitam. Tidak ada biaya tambahan yang dikenakan saat memasuki kawasan ini, semuanya sudah termasuk dalam biaya masuk Air Terjun Kuang Si.

Ini adalah bonus yang sangat menyenangkan, apalagi kalau kita membawa anak-anak yang memang suka melihat beruang-beruang hitam yang lucu secara langsung.

Jangan kuatir, mereka tidak ada dalam kandang atau kerangkeng yang membuat mereka tersiksa. Beruang-beruang ini berkeliaran dan bermain bebas dalam kebun luas yang dipagari dengan aman di sekelilingnya.

Kita bisa melihat mereka dengan jelas, ada yang sedang berjalan-jalan, memanjat menara-menara kayu, bermain satu dengan yang lain, rebah-rebahan atau makan jika bertepatan dengan waktu pemberian makan.

Di sekeliling pagar banyak papan bertuliskan “Please don’t feed the bears” jadi pengunjung memang tidak diijinkan melemparkan atau memberi sembarangan makanan beruang-beruang itu, karena pengelola sudah menyediakan makanan khusus bagi mereka.

Tempat konservasi beruang hitam ini dipelopori oleh organisasi nirlaba “Free the Bears” yang didirikan pada tahun 1995 oleh Mary Julia Hutton, seorang warga negara Australia. Mary tergerak untuk menyelamatkan beruang-beruang hitam Asia setelah menyaksikan video rekaman ribuan beruang tersebut ditahan dalam kondisi yang mengerikan dan terus diperah untuk diambil empedunya yang digunakan dalam pengobatan tradisional.

Setelah perjuangan menyelamatkan beruang-beruang di negara Kamboja dan India, pada tahun 2003 dibuka pusat penyelamatan beruang ini di Luang Prabang, yang terus bertambah jumlah dan jenisnya sampai saat ini. Ada juga tempat-tempat konservasi beruang di negara Kamboja dan Vietnam selain di Laos.

Beruang yang diselamatkan oleh organisasi tersebut adalah jenis Beruang Madu, Beruang Bulan Hitam dan Beruang Sloth, yang merupakan spesies beruang paling rentan di dunia. Selain terancam punah, jenis-jenis beruang ini juga terancam dari pemburu-pemburu liar, pemilik hewan peliharaan eksotis dan pihak-pihak yang ingin menggunakan untuk pengobatan tradisional.

Papan peringatan untuk tidak memberi makan beruang di Tat Kuang Si Waterfall, Luang Prabang, Laos (Foto: Daniel Otto)

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus) yang juga dikenal sebagai beruang bulan atau beruang dada putih, adalah spesies beruang berukuran sedang,  memiliki bulu putih tebal menyerupai kalung di dada dan bulu hitam panjang di leher. Bulu di sepanjang tubuhnya berwarna hitam legam.

Secara morfologi, spesies ini sangat mirip dengan beberapa beruang prasejarah dan dianggap oleh beberapa ilmuwan sebagai nenek moyang dari spesies beruang lain yang masih ada. Meskipun sebagian besar herbivora, beruang hitam Asia bisa sangat agresif terhadap manusia.

Spesies ini memiliki kekerabatan dekat dengan beruang hitam Amerika, dan mereka juga bersifat generalis (mampu berkembang dalam berbagai kondisi lingkungan) dan dapat memanfaatkan berbagai sumber daya yang berbeda, misalnya heterotrof dengan diet bervariasi. Sebagai contoh, di Iran mereka memakan buah zaitun, buah ara, serangga dan tunas dari kurma.

Hewan ini memiliki morfologi yang sama dengan beruang lainnya, dengan kepala besar dan mata kecil. Ukuran beruang hitam Asia antara 130–190 cm. Beruang jantan dan betina dapat dibedakan berdasarkan berat badan mereka. Sementara hewan jantan mencapai 110-200 kilogram, hewan betina hanya memiliki berat sebesar 50-125 kilogram.

Senang melihat beruang-beruang yang sudah diselamatkan ini bisa hidup dengan baik di konservasi Luang Prabang. Jadi jangan lupa ya untuk berkunjung ke konservasi beruang hitam di Air Terjun Kuang Si, untuk bisa mendukung juga pelestarian beruang-beruang ciptaan Tuhan ini.