Distribusi Komoditas Daging Ayam Ras

Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi, stabilitas harga dan ketersediaan stok daging ayam ras perlu dijaga.

0
87
Ayam Ras

(Vibizmedia-Kolom) Distribusi perdagangan merupakan keseluruhan bentuk kegiatan perdagangan, mulai dari pengadaan komoditas dari produsen sampai dengan penyerahan komoditas tersebut kepada konsumen.

Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi, stabilitas harga dan ketersediaan stok daging ayam ras perlu dijaga. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan rantai distribusi perdagangan daging ayam ras. Oleh karena itu, diperlukan informasi mengenai distribusi perdagangan daging ayam ras di Indonesia.

Komoditas      daging            ayam   ras merupakan         komoditas strategis, yang memenuhi kriteria berikut: Komoditas yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Komoditas yang memiliki peran          besardalam pembentukan inflasi nasional. Komoditas    yang mempunyai kontribusi cukup dalam kelompok komoditas bahan makanan pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Badan Pusat Statistik Indonesia mengadakan Survei Pola Distribusi Perdagangan Beberapa Komoditas Tahun 2022 dilaksanakan di seluruh provinsi, mencakup ibukota provinsi, beberapa kota dan kabupaten/ kota potensi komoditas terpilih. Secara keseluruhan survei ini mencakup 316 kabupaten/kota yang terdiri dari 34 ibukota provinsi dan 282 kabupaten/kota lainnya.

Unit penelitian dalam survei ini adalah perusahaan/ usaha perdagangan dan non perdagangan dengan jumlah target sompel sebanyak 1.047 pelaku usaha. Perusahaan/usaha perdagangan terdiri dari perusahaan/ usaha perdagangan menengah dan besar, baik sebagai distributor, sub distributor, agen, pedagang grosir, pedagang pengepul, eksportir, importir, maupun pengecer. Untuk perusahaan/usaha non perdagangan terdiri dari perusahaan/usaha pertanian dan industri pengolahan. Untuk komoditas daging ayam ras, produsen didekati melalui kegiatan rumah potong ayam dan pengepakan daging unggas serta pedagang yang menjual ayam hidup dan menyediakan fasilitas pemotongan ayam.

Hasil survei menunjukkan adanya jalur—jalur penjualan dari produsen hingga ke konsumen akhir yang digambarkan sebagoi pola distribusi. Pola utama disribusi perdagangan merupakan jalur penjualan berdasarkan persentase volume penjualan terbesar dari produsen ke konsumen akhir yang melibatkan pedagang perantara. Contoh penulisan pola utama distribusi:

Produsen -› Pedagang Perantara -› Konsumen Akhir

Namun demikian, beberapa wilayah memenuhi sebagian besar kebutuhan konsumsi suatu komoditas dengan mengimpor dari wilayah lain, sehingga pola utama distribusi perdagangan tidak dimulai dari produsen di dolam provinsinyo melainkan dari luar provinsi. Contoh penulisan pola utama yang berasal dari luar provinsi:

Luar Provinsi -› Pedagang Perantara -› Konsumen Akhir

Penentuan titik awal pola utama pada suatu provinsi untuk komoditas daging ayam ras adalah berdasarkan hasil penghitungan/proyeksi nilai produksi dan konsumsi rumah tangga suatu komoditas.

Jika      produksi         komoditas      di         suatu  provinsi          dapat memenuhi lebih dari 50 persen konsumsinya, maka titik awal pola utama adalah produsen.

Sedangkan jika produksi komoditas di suatu provinsi memenuhi kurang dari 50 persen konsumsinya (defisit›50%), maka titik awal pola utama adalah luar provinsi, karena sebagian besar konsumsi dipenuhi oleh hasil impor (dari luar provinsi) bukan produksi domestik di provinsi tersebut.

Pola distribusi menggambarkan alur distribusi suatu barang. Alur distribusi merupakan aliran perpindahan produk yang dipasarkan dari produsen ke konsumen, dimana jumlah dan macam perantara distribusinya berbeda—beda.

Hasil Survei Pola Distribusi

Menunjukkan bahwa distribusi perdagangan daging ayam ras di Indonesia Tahun 2021 yang terbentuk dari produsen ke konsumen akhir dapat melibatkan lima pelaku usaha distribusi perdagangan (pedagang perantara), baik level pedagang besar (seperti distributor, sub distributor, agen, dan pedagang grosir), maupun level eceran (seperti pedagang eceran termasuk supermarket/swalayan).

Masing—masing       pelaku usaha distribusi perdagangan tersebut menjalankan perannya dalam rantai distribusi perdagangan daging ayam ras, dimana pedagang besar menjual komoditasnya secara wholesale dan pedagang eceran menjual komoditasnya secara retail.

Sementara itu, selain ke pedagang eceran konvensional pasokan daging ayam ras di level pedagang besar juga turut didistribusikan ke supermarket/swalayan.       Hal tersebut mengindikasikan        bahwa            konsumen      daging            ayam   ras Indonesia mencakup semua golongan masyarakat, baik yang berpendapatan rendah maupun yang berpendapatan tinggi.

Selain itu, pendistribusian daging ayam ke supermarket juga merupakan indikasi bahwa daging ayam ras sudah banyak dijual dalam bentuk beku (frozen) yang membutuhkan fasilitas penyimpanan         khusus untuk penyimpanan maupun pengirimannya.

Informasi lainnya yang dapat diperoleh dari hasil survei menunjukkan bahwa cukup banyak daging ayam ras yang dipasarkan oleh produsen dan pedagang besar ke industri pengolahan (seperti pembuatan nugget), pemerintah dan lembaga nirlaba, serta kegiatan usaha lainnya (seperti restoran, rumah ma kan, dan catering). Fakta ini sejalan dengan hasil Kajian Konsumsi Bahan Pokok Tahun 2019 yang juga menyatakan bahwa sebagian besar konsumsi daging ayam didominasi oleh kegiatan penyediaan makan minum meskipun masih mencakup daging ayam bukan ras.

Hasil Survei Pola Distribusi juga memberikan informasi bahwa terdapat pasokan dari luar negeri yang dibeli dari Malaysia oleh pedagang eceran dan supermarket di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini menunjukkan bahwa provinsi tersebut masih defisit daging ayam ras .

Kompleksitas distribusi perdagangan daging ayam ras di Indonesia        

Pola distribusi perdagangan daging ayam ras yang disajikan secara lengkap tersebut menggambarkan jalur—jalur distribusi dari produsen dan setiap pelaku usaha perdagangan hingga ke konsumen akhir.

Dari pola distribusi perdagangan tersebut, dapat diperoleh pola utama distribusi perdagangan daging ayam ras yang merupakan pola distribusi berdasarkan persentase volume penjualan terbesar dari produsen ke konsumen akhir yang melalui pedagang perantara.

Pola utama distribusi perdagangan daging ayam ras secara nasional adalah

Produsen      —        Pedagang Eceran        —         Konsumen Akhir           

yang digambarkan dengan garis tebal yang menghubungkan antara produsen, pedagang, dan konsumen akhir.

Banyaknya rantai      pada pola utama distribusi perdagangan daging ayam ras yang terbentuk secara nasional dari produsen sampai dengan konsumen akhir adalah dua rantai dengan melibatkan satu    pedagang perantara yakni pedagang eceran.

Selain data distribusi perdagangan daging ayam ras, hasil Survei Pola Distribusi (Poldis) juga menunjukkan bahwa sejumlah 8,84 persen pedagang daging ayam ras di Indonesia merasakan adanya dampak operasi pasar selama tahun 2021.

Operasi           pasar  merupakan    kegiatan         yang    dilakukan pemerintah untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas harga.

Hasil Survei Poldis juga menunjukkan bahwa sejumlah 45,92 persen pedagang daging ayam ras di Indonesia merasa terdampak adanya bencana. Menurut Undang—undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, bencana dapat didefinisikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia.

Bencana yang dimaksud dalam publikasi ini antara lain: gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, cuaca ekstrem, angin topan, tanah longsor, termasuk adanya pandemi covid—19.

Pandemi covid—19 membuat pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka mencegah penularan covid—19. Berbagai kebijakan tersebut sangat berdampak pada perekonomian nasional maupun regional.

Pandemi covid—19 juga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Para pedagang banyak yang rugi akibat sepinya pembeli, mengingat banyak rumah ma kan, usa ha catering, dan restoran yang tutup selama pandemi. Hal tersebut tentunya berdampak pada penurunan pendapatan para pedagang.