Kinerja Ekspor Kerajinan Indonesia Januari-September 2022 Tembus Rp 10,6 Triliun

0
86
Industri Kerajinan
Ilustrasi industri kerajinan Indonesia. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian menyebut industri kerajinan, terutama dari pelaku industri kecil dan menengah (IKM), memiliki keunggulan pada keterampilan tangan pengrajinnya dengan nilai seni dan keindahan yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

“Sudah sejak lama, para perajin kita menggali, mengembangkan, dan melestarikan warisan budaya dalam berbagai corak dan ciri khasnya masing-masing. Keragaman industri kerajinan di tanah air sangat potensial untuk ditingkatkan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangannya, pada Rabu, 9 November 2022.

Menurut Reni, peluang produk kerajinan dapat bernilai ekonomi yang tinggi apabila didorong juga dari sektor pariwisata di daerah setempat. Sebab, pariwisata adalah salah satu sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Industri kerajinan merupakan salah satu subsektor industri kreatif yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Ini tercermin dari kinerja ekspor kerajinan Indonesia pada Januari-September 2022 yang mencapai USD725,54 juta (Rp10,6 triliun), naik 6,94% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD678,42 juta.

“Capaian ini cukup membanggakan, dan semoga terus meningkat sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu produsen sektor kerajinan terbesar di dunia,” ucap Reni.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemenperin untuk mendongkrak kinerja sektor industri kerajinan, antara lain melalui kolaborasi antar pihak dalam upaya pengembangan dan promosi terhadap potensi produk kerajinan Indonesia. “Sebab itu, kami gencar menjalin kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan seperti asosiasi pelaku usaha, desainer, akademisi, marketplace hingga influenceruntuk bersama-sama menggaungkan kualitas produk kerajinan dalam negeri,” jelas Reni.

Kemenperin juga aktif menggandeng pemerintah daerah untuk selalu menggali potensi keunggulan produk lokal, serta mendorong kemampuan pelaku industri daerah agar semakin berdaya saing.

“Salah satu upaya yang sudah dilakukan, yaitu dengan memfasilitasi perajin di daerah untuk dapat berpameran di kantor Kemenperin untuk membuka kesempatan bagi perajin agar eksis kembali pasca-pandemi,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada tanggal 8-11 November 2022, Kemenperin memfasilitasi pameran multiproduk Kerajinan Jogja Istimewa yang digelar oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dewan Kerajinan Nasional D.I. Yogyakarta di Plasa Pameran Industri Kemenperin, Jakarta. Terdapat 52 IKM asal Yogya ikut serta dalam pameran ini, dengan memajang produk industri kerajinan berupa batik, lurik, perak, kayu, rajut, kulit, fesyen, dan makanan olahan.