Menyimak Pemilu Mid-Term Amerika Serikat

0
89
Pemilu Mid-Term

(Vibizmedia – Nasional) Pemilu Mid-Term di Amerika Serikat berlangsung pada tanggal 8 November 2022. Pemilu ini diadakan setiap dua tahun sekali pada pertengahan masa jabatan Presiden.

Pemilu Mid-Term atau Pemilu Sela di Amerika Serikat ini tidak kalah populer dengan pemilihan presiden. Selama tahun pemilihan paruh waktu ini, semua kursi yang diperebutkan ada 100 kursi Senat dan 435 kursi DPR. Hasilnya akan menentukan hasil Kongres Amerika Serikat ke-118.

Ada lebih dari 35 juta warga AS telah memberikan suara dalam pemilihan anggota Kongres di seluruh AS menjelang pemilu paruh waktu pada Selasa (8/11). Antusiasme warga untuk early voting atau memilih awal terus meningkat. Panitia proyek Pemilu AS mengatakan total hari early voting tahun ini telah melampaui pemilihan kongres pada 2014 dan 2018. Peraturan voting sendiri sudah banyak berubah di berbagai negara bagian sejak menjelang Pemilihan Presiden 2020.

AS menggunakan sistem bikameral atau dua lembaga sebagai badan legislatifnya yang terdiri dari majelis tinggi yang disebut Senat dan majelis rendah yang disebut House of Representatives (HOR) atau DPR. Masa jabatan Senat adalah enam tahun yang dapat dipilih kembali tanpa batasan periode. Sedangkan masa jabatan House of Representatives adalah dua tahun.

Hasil dari Pemilu Mid-Term ini dapat mempengaruhi kekuasaan presiden jika partai lawan benar-benar mendominasi parlemen. Sebagai contoh, jika Partai Republik dapat merebut dominasi kongres, maka mereka akan dengan mudah menggagalkan pelbagai kebijakan yang akan dibuat oleh Presiden yang berasal dari Partai Demokrat. Tidak hanya sampai di situ, Partai Republik juga akan menguasai Komisi Penyelidikan, sehingga dapat menghentikan penyelidikan yang sedang berlangsung atau meluncurkan penyelidikan baru.

Kinerja anggota parlemen dari Partai Republik juga akan mempengaruhi kemenangan mantan presiden Donald Trump dalam Pilpres dua tahun mendatang. Ini dikarenakan  kinerja baik mereka akan meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Republik, yang juga akan berdampak pada elektabilitas Trump nantinya.

Perhitungan sementara menunjukkan Partai Republik unggul atas Partai Demokrat dalam perebutan kursi DPR. Sedangkan dalam perebutan kursi Senat, kedua partai tersebut dalam posisi imbang di angka 48 kursi, sementara memperebutkan empat kursi sisanya.