Resmikan 3 Provinsi Baru Papua, Tito Ajak Pejabat Gubernur Rangkul Semua Pihak Ciptakan Stabilitas Politik Keamanan

0
109
Pelantikan Pejabat Gubernur Papua
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik tiga Penjabat (Pj) Gubernur Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan di Lapangan Plaza Gedung A, Kemendagri, pada Jumat, 11 November 2022. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik secara resmi tiga Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi baru Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan di Lapangan Plaza Gedung A, Kemendagri, pada Jumat, 11 November 2022.

Ketiga penjabat yang dilantik tersebut adalah Apolo Safanpo sebagai Pj Gubernur Papua Selatan, Ribka Haluk sebagai Pj Gubernur Papua Tengah dan Nikolaus Kondomo sebagai Pj Gubernur Papua Pegunungan.

Pelantikan ini, menyusul seusai tiga provinsi daerah otonomi baru (DOB) Papua tersebut diresmikan oleh Mendagri Tito Karnavian.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres), ketiga penjabat ini akan menjabat selama 1 tahun. Peresmian dan pelantikan Pj Gubernur di 3 DOB baru Papua itu dilaksanakan kurang dari empat bulan setelah tiga undang-undang (UU) terkait pembentukan tiga provinsi DOB itu diundangkan pada 25 Juli 2022.

Sesuai yang diamanatkan ketiga UU tersebut yang menggariskan proses peresmian masing-masing DOB dan pelantikan para Pj Gubernurnya dilakukan paling lama enam bulan sejak UU diundangkan.
Para penjabat gubernur juga telah mengucapkan sumpah dan janji jabatan di hadapan Mendagri Tito.

“Bersediakah Saudara-saudara mengucapkan sumpah atau janji sesuai agama masing-masing?” tanya Tito sebelum mengambil sumpah dan janji ketiganya.

Setelah dilantik ketiga Pj Gubernur tersebut harus melaksanakan pembentukan dan pengisian perangkat daerah, memfasilitasi pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP). Memfasilitasi pemilihan gubernur/wakil gubernur dan DPR pertama kali di tiap provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Tito pun berpesan kepada 3 penjabat gubernur agar betul-betul bekerja dengan hati, anggaran dana yang ada.

“anggaran dana yang ada, dana otsus sudah dinaikkan dari 2 persen menjadi 2,25 persen dana alokasi umum (DAU) nasional. Anggaran yang ada setiap rupiah gunakan betul untuk kepentingan rakyat,” ungkap Tito, pada Jumat, 11 November 2022.

Tito juga meminta para Pj gubernur di Papua untuk merangkul semua pihak guna menciptakan stabilitas politik keamanan yang baik di Bumi Cendrawasih. Menurutnya, karena sumber daya alam dan anggaran besar akan sia-sia jika situasi daerah tidak aman.

“Semua akan bisa berjalan kalau situasinya aman, politiknya stabil, semua pihak dirangkul baru bekerja bersama-sama,” terangnya.