Indonesia Bagikan Pengalaman Penanganan Bencara Air di The 20th Meeting of HELP

0
76
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbagi pengalaman di he 20th Meeting of The HELP on Water and Disasters pada Kamis (10/11/22) di Conrad Hotel, Bali (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Bali)   The 20th Meeting of The HELP on Water and Disasters telah diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) pada  Kamis (10/11/22) di Conrad Hotel, Bali.

Pertemuan ini dihadiri oleh para ahli dan pengambil keputusan di bidang air dan kebencanaan dari berbagai negara untuk mendiskusikan mengenai isu-isu terkini seputar bencana terkait air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai dengan topik global mengenai dampak Pasca Pandemi Covid-19, perubahan iklim dan bencana terkait air, para ahli, insinyur, dan pengambil kebijakan harus berkolaborasi untuk mencari penyelesaian masalah tersebut.

Menteri Basuki menjelaskan, HELP dalam hal ini telah menyiapkan topik-topik penting yang berkaitan dengan air dan bencana, pembiayaan sektor air, tata kelola, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia sebagai tuan rumah dari pertemuan ini  akan memberikan masukan dan berbagi pengalaman.

Untuk itu Menteri Basuki  berbagi pengalaman Indonesia melalui Kementerian PUPR yang telah melakukan berbagai upaya untuk menangani fenomena baru kondisi hidrologis, pemulihan dari pandemi COVID-19, serta mitigasi dampak perubahan iklim dalam skema terpadu untuk meningkatkan perekonomian.

Dalam kondisi hidrologi baru, Indonesia memiliki curah hujan tinggi yang sulit diprediksi dan intensitasnya ekstrim. Selain itu, banyak terjadi siklon tropis yang berdampak langsung pada kondisi cuaca sehingga menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di Indonesia. Ditambah lagi, tren La Nina mengakibatkan tahun-tahun basah yang panjang, dan cuaca ekstrim selama musim kemarau.

Menteri Basuki menjelaskan, upaya Kementerian PUPR untuk memulihkan dan mengelola bencana terkait air yang berulang ini antara lain dengan meningkatkan pasokan air bersih dan meningkatkan sistem sanitasi di kota-kota besar, kemudian melakukan rehabilitasi dan pengembangan irigasi baru untuk mengamankan produksi pangan.

Selain itu, Kementerian PUPR merevitalisasi juga pemeliharaan bendungan  bersama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan penyesuaian sistem operasi bendungan supaya memungkinkan strategi pelepasan dini. Hal ini bertujuan untuk mengamankan lebih banyak kapasitas untuk menyimpan curah hujan yang berlebihan dan menyerap debit puncak aliran.

Menteri Basuki juga menjelaskan, Kementerian PUPR telah  mengevaluasi 62 bendungan yang baru selesai dan sedang dibangun. Berdasarkan hasil evaluasi, 30 bendungan harus dimodifikasi dengan menambahkan gate pada pelimpahnya, sedangkan 11 bendungan lain hanya memerlukan penyesuaian pada manual pengoperasiannya. Sisanya dirancang sebagai bendungan kering sehingga tidak diperlukan modifikasi.

Ketua HELP Dr. Han Seung-soo yang juga mantan Perdana Menteri Republik Korea berharap bahwa hasil pertemuan ini akan membawa solusi dan aksi konkrit bagi permasalahan bencana air di dunia.

Han Seung-soo menyatakan, pertemuan akan mendiskusikan solusi konkrit atas bencana air akibat perubahan iklim yang terjadi secara global. Diharapkan para pemimpin dan ahli yang hadir disini datang membawa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

The 20th Meeting of The High-Level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP) membahas secara rinci mengenai aspek sosial, ekonomi dan teknis di sektor air dan bencana.

Sementara itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan The G20 High Level Experts and Leaders Panel (HELP) Special Event pada Jumat (11/10/22) yang akan fokus pada dialog kebijakan kolektif di bidang air dan bencana.

Baca juga:

Optimalkan Pengoperasian Infrastruktur Tampungan Air Hadapi Musim Hujan 2022/2023