Peresmian Bus Listrik Merah Putih Produksi PT INKA, Kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi

0
73

(Vibizmedia – Nusa Dua) Peresmian Bus Listrik Merah Putih (BLiMP) produksi PT INKA (Persero) dalam rangka mendukung Presidensi G20 di Bali telah dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim bertempat Nusa Dua, Bali (13/11).

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara BUMN dan perguruan tinggi.

Menteri Budi menyampaikan hal ini tidak akan terjadi kalau tidak melakukan kolaborasi.Adanya INKA, DAMRI, memungkinkan adanya ekosistem hal ini dapat digunakan masyarakat. Menteri memberikan selamat kepada INKA, UGM, UNAIR, ITS dan ISI Denpasar, karena pada akhirnya menemukan skema, bahwa tidak akan berhenti pada proses belajar dan produksi.

Budi menyatakan bahwa program Merdeka Belajar yang digagas oleh Kemendikbud Ristek berhasil terealisasi untuk proyek bus listrik ini.

Menteri Budi menyatakan adalah suatu pengalaman yang luar biasa melalui konsep Kemendikbud Ristek membuat Merdeka Belajar di mana  mahasiswa diberi kebebasan 1 semester sebanyak 20 SKS untuk men-deliver sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,  bahkan hal itu  terjadi untuk proyek ini,.

Budi juga menambahkan bahwa di Kementerian Perhubungan juga terdapat skema “buy the service” (BTS). Dengan adanya hal tersebut, skema BTS akan mengurangi antara cost dengan daya beli masyarakat nantinya ketika nanti bus listrik ini akan dioperasikan di 3 daerah yakni Bandung, Surabaya dan area Bali.

Mendikbudristek Nadiem Makarim juga menyampaikan bahwa program Merdeka Belajar ini adalah contoh sempurna dari gotong royong karena semua pihak mulai dari universitas, dosen, mahasiswa, kementerian, dan BUMN, menuntaskan masalah secara bersama-sama.

Nadiem menambahkan, pada Presidensi G20 ini merupakan momentum bagi Indonesia  untuk menunjukkan keunggulan bahwa kita pantas ada di panggung dunia. karena bisa menghasilkan suatu karya yang langsung datang dari akademisi-akademisi kita dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri ini semakin menguat.

Keberhasilan  program ini juga tidak lepas dari platform Kemendikbud Ristek yakni Kedai Reka, di mana dunia industri dan dunia pendidikan menemukan kecocokan bersama.

Nadiem menjelaskan, platform Kedai Reka adalah  semacam “biro jodoh digital” antara bisnis-bisnis industri korporasi dan peneliti-peneliti dan akademisi di universitas untuk menemukan kecocokan untuk mengerjakan proyek bersama baik itu proyek inovasi, proyek riset dan lain-lain. Dana yang disalurkan dari swasta kepada proyek di universitas tersebut akan dipadankan dengan dana dari kementerian, namanya matching fund. Program seperti bus listrik ini terjadi karena hal ini.

Baca juga:

Instansi Pemerintah Role Model Penggunaan Kendaraan Listrik