Menkes Memastikan Penanganan Kesehatan Daerah Gempa Berjalan Baik

0
67
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung akan kesiapan rumah sakit di Cianjur pada Rabu (23/11) (Foto: Kemenkes)

(Vibizmedia – Cianjur) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan tinjauan langsung akan  kesiapan rumah sakit di Cianjur pada Rabu (23/11). Tujuan peninjauan tersebut adalah untuk memastikan korban luka berat maupun korban luka ringan tertangani dengan baik.

Menkes Budi menyatakan, kedatangannya adalah untuk memastikan  kesiapan seluruh rumah sakit di Cianjur. Tujuannya satu, yaitu agar orang yang dirawat jangan sampai ada yang meninggal.

Menkes Budi meminta kepada tenaga kesehatan untuk fokus kepada orang yang sakit luka berat jangan sampai meninggal dan orang yang sakit luka ringan cepat sembuh. Tim Kementerian Kesehatan sudah mengidentifikasi jumlah pasien luka berat sebanyak 474 orang dan pasien luka ringan sekitar 1.800 orang.

Menkes menambahkan, dari 474 pasien luka berat, 140 orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti Bogor, Sukabumi, dan Bandung.

Sisanya, lanjut Menkes, pasien dengan luka ringan mau diidentifikasi di mana saja mereka berada, kondisinya seperti apa, bisa dirawat atau tidak, kecukupan fasilitasnya, sampai keberadaan dokter yang bertugas.

Menkes menyatakan, dokter sudah berdatangan, yang dibutuhkan adalah dokter spesialis ortopedi dan bedah. Tim dokter spesialis sudah datang, ada yang dari RS Hasan Sadikin, Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, ada juga dokter dari TNI.

Sekarang yang kurang adalah ruang operasi. Menkes Budi telah memeriksa ketersediaan ruang operasi di setiap rumah sakit di Cianjur, di antaranya di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, di RSUD Sayang ada 8 ruang operasi, ruang tersebut bisa dipakai semua hanya perlu sedikit perbaikan. Kemudian di RS Dr. Hafiz terdapat 2 ruang operasi. Dan di RSUD Cimacan ada 4 ruang operasi yang bisa digunakan.

Menkes menjelaskan, jadi sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 hari sampai 4 hari.

Terkait obat-obatan, pasokan masih mencukupi karena jalur logistiknya terbuka. Menkes menambahkan, obat-obatan tidak ada masalah. Ia hanya memperhatikan  listrik  perlu diperbaiki supaya alat-alat seperti CT Scan bisa digunakan. Itu penting sekali untuk bisa menangani masyarakat yang luka berat akibat gempa.

Baca juga:

Kemenkes Mobilisasi Tenaga Kesehatan dan Logistik Kesehatan ke Lokasi Gempa Cianjur