Update BNPB: 1 Warga Hilang Ditemukan Meninggal Dunia, Jumlah Korban Menjadi 272 Jiwa

0
103
Kondisi rumah warga yang terdampak gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (24/11). (Foto: Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB)

(Vibizmedia – Cianjur) Pada hari Kamis (24/11), dilaporkan  bahwa   satu orang warga yang sebelumnya terdata hilang, ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengkonfirmasi hal tersebut.

Suharyanto menjelaskan saat memberikan keterangan pers di Kantor Bupati Cianjur, Kamis (24/11), satu jenazah ditemukan sehingga korban meninggal dunia sejumlah 272, 165 orang telah diidentifikasi by name by address, 107 jenazah masih terus diidentifikasi. Sementara itu korban luka-luka sejumlah 2.046 orang, warga mengungsi 62.545 orang.

Dirinya menambahkan, masih ada korban hilang di satu wilayah desa akibat tertimbun longsor yang terjadi pascagempa.

Ia menjelaskan, jumlah korban hilang ada 39 jiwa yang sudah teridentifikasi nama dan alamanya, di Cijedil, Kecamatan Cugenang akibat longsor, tujuh diantaranya orang sedang melintas dan ada saksi mata yang melihat.

Kerugian materil juga masih terus dilakukan pendataan, laporan dari desa dan camat langsung ke posko utama.

Suharyanto menyatakan, jumlah total rumah rusak adalah 56.311, rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit. Data ini akan diverifikasi dengan batasan yang sudah ada, juga ada Permen PUPR tentang spesifikasi kategori rumah rusak.

Penanganan bencana masih akan terus dilakukan, untuk hari ini masih berfokus dalam pencarian dan penyelamatan korban.

Suharyanto menjelaskan, kegiatan hari Kamis (24/110 adalah  selain melakukan SAR, pendistribusian logistik telah berjalan lebih baik, sehingga para Camat sudah mengambil logistik kebutuhannya dan didistribusikan ke desa dan desa  dan mendistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Suharyanto berkata, masyarakat yang keluarganya meninggal akibat gempa, dapat melengkapi surat sebagai syarat untuk mendapatkan santunan dari pemerintah.

Ia mengingatkan agar mereka yang anggota keluarganya meninggal,  segera melengkapi surat pernyataan kematian yang dikeluarkan dari fasilitas kesehatan,  karena hal ini merupakan salah satu syarat menerima bantuan dan santunan.

Penanganan bencana adalah urusan bersama, banyak pihak terlibat dalam penanganan bencana gempa Cianjur ini.

Ia menegaskan, BNPB memegang  unsur komando tapi yang bergerak adalah seluruh kementarian, lembaga, TNI/Polri dan relawan.

Ia menambahkan, BNPB terus mendata unsur lain yang ikut serta dalam penanganan bencana, 333 organisasi dan 4.674 personil dari organisasi masyarakat, dunia usaha dan relawan terlibat, semua sudah dibagikan tugasnya masing-masing.

Suharyanto yang pernah menjabat Pangdam Brawijaya berharap, lokasi bencana bukan tempat wisata, sehingga jika tidak membantu penanganan diharap tidak datang.

Ia menegaskan  bahwa  bencana bukan untuk dilihat, bukan tempat wisata, tapi sesuatu yang harus dipecahkan bersama. Polres dan Kodim diminta untuk bertindak tegas namun humanis untuk memberikan penjelaskan ke kelompok masyarakat yang tidak berkepentingan agar tidak menggangu penanganan bencana.

Pemerintah ke depan akan membuat rumah contoh bagi masyarakat, agar dapat memilih rumah yang akan dibangun pemerintah yang disukai.

Ia menjelaskan, pekan depan akan dibangunkan rumah tahan gempa sebagai contoh di lokasi terdampak, jadi masyarakat bisa memilih sendiri.

Pada hari Kamis (24/11/2022)  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali melakukan peninjauan ke beberapa lokasi di Cianjur, antara lain Desa Cijedil, RSUD Sayang, Desa Gasol dan SDN Cugenang.

Selama peninjauan, Presiden mendapatkan penjelasan oleh Kepala BNPB terkait perkembangan penanganan gempa Cianjur M 5.6 yang telah berlangsung memasuki hari keempat.  Ini merupakan tinjauan kedua yang dilakukan oleh Presiden, setelah sebelumnya pada Selasa (22/11).

Baca juga:

Presiden Jokowi Tinjau Kembali Terdampak Gempa Cianjur, Warga Cijedil Sampaikan Harapannya