Kamus Indonesia – Malagasy Diresmikan KBRI Antananarivo dan Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar

0
90
Benny Yan Pieter Siahaan, Kepala Perwakilan RI-Antananarivo (Keppri) beserta Lalatiana Rakotondrazafy Andriatongarivo, Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar meresmikan Kamus Indonesia-Malagasy (Foto: Kemenlu)

(Vibizmedia – Antananarivo, Madagaskar) Kamus Indonesia-Malagasy, yang merupakan edisi penyempurnaan yang keempat diresmikan oleh Benny Yan Pieter Siahaan, Kepala Perwakilan RI-Antananarivo (Keppri) beserta Lalatiana Rakotondrazafy Andriatongarivo, Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar pada tanggal 22 November 2022, bertempat di perpustakaan nasional Republik Madagaskar.

Kamus Indonesia-Malagasy (Foto: Kemenlu)

Kamus ini menjadi istimewa karena Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar turut berkontribusi dalam menyusun kata pengantar.

Dalam sambutannya, Benny Yan Pieter Siahaan mengucapkan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar, sebagai tuan rumah yang meresmikan Kamus Indonesia-Malagasy bertempat di Perpustakaan Nasional Madagaskar. Ia juga menyataka terima kasih karena Ibu Menteri yang telah berkenan menulis kata pengantar pada kamus tersebut.

Proses penyusunan dan revisi kamus sebenarnya dimulai sejak tahun 2020, namun karena adanya pandemi Covid-19 akhirnya baru dapat diselesaikan di tahun 2022.

Benny menambahkan, penerbitan kamus ini juga sebagai salah satu kegiatan memperingati 47 tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Madagaskar yang dimulai sejak Juni 1975. Namun, lebih dari seribu tahun yang lalu kedua bangsa telah memulai hubungan bilateral secara bergelombang melalui sejarah dan budaya.

Meski jarak antara kedua negara cukup jauh, Indonesia dan Madagaskar memiliki hubungan yang erat. Tidak hanya secara historis dan etnis, tetapi juga budaya, yang tercermin dalam kata-kata. Di sisi lain, banyak cara hidup Malagasy mirip dengan orang Indonesia. Juga, kesamaan dalam hal kata-kata terlihat jelas. Bahasa Malagasy dan Bahasa Indonesia merupakan satu rumpun dalam rumpun bahasa Austronesia, yang merupakan bahasa utama Asia Tenggara. Banyak penelitian telah diterbitkan yang telah mengkonfirmasi bahwa bahasa Malagasy dan bahasa Indonesia berasal dari satu akar.

Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar menyatakan, pihaknya sangat bangga sekali dapat berkontribusi terhadap kamus dwibahasa antara dua negara yang memiliki kemiripan Bahasa satu sama lain. Karena bahasa merupakan kunci pertama untuk membangun komunikasi dan hubungan yang erat antara kedua negara, dan keberadaan kamus seperti ini semakin memperkaya bahasa yang hidup dan sehat baik bagi Madagaskar maupun bagi bangsa Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Kebudayaan mengatakan bahwa kamus ini merupakan hasil kerja keras dan sangat monumental bagi pengembangan bahasa kedua negara.

Lalatiana juga menambahkan, kamus ini merupakan berkah besar bagi generasi masa depan Madagaskar dan Indonesia. Harapannya adalah agar persaudaraan dan kerja sama antara Indonesia dan Madagaskar terus terjalin.

Peresmian kamus dwi bahasa yang dihadiri oleh sekitar 50 pejabat dan staf dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar turut diramaikan penampilan musik dari Académie Nationale des Arts et de la Culture (ANAC) yang merupakan akademi nasional seni dan budaya Madagaskar yang menampilkan seni musik khas madagaskar.

Tak hanya penampilan seni dan budaya Madagaskar, Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Republik Madagaskar beserta tamu undangan juga menikmati aneka kudapan khas Indonesia seperti pastel daging, risol ayam, martabak telor, dadar gulung, bolu karamel, serta lapis singkong.

Baca juga:

Kemeriahan Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-77 di Wisma Indonesia Ivato, Antananarivo, Madagaskar