Bupati Cianjur: Warga Sudah Bisa Kembali Ke Rumah, Tempat Relokasi Bertambah Dua Lokasi

0
94
Konferensi pers update penanganan gempa bumi M5,6 Kabupaten Cianjur pada Senin (28/11) di Pendopo Kabupaten Cianjur. (Foto: BNPB)

(Vibizmedia – Cianjur) Memasuki minggu ke dua fase tanggap darurat, komando penanganan darurat gempabumi Cianjur mulai dialihkan untuk dipimpin oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur. Meskipun komando telah diberikan kepada pemda Kabupaten Cianjur, BNPB, Basarnas, BMKG, bersama lintas terkait lainnya akan tetap memberikan dukungan pendampingan.

Bupati Kabupatan Cianjur, Herman Suherman dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempa Kabupaten Cianjur, Senin (28/11) menyatakan, komando penanganan darurat resmi diestafetkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur. Meski belum sepenuhnya (komando diberikan), karena pihaknya masih membutuhkan pendampingan dari BNPB, Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya.

Herman juga menyatakan dirinya akan segera menindaklanjuti surat dari BMKG  kepada camat dan kepala desa untuk diteruskan kepada para RT/RW untuk kiranya mulai hari ini masyarakat sudah bisa kembali ke rumah sehingga kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan.

Ia mengimbau bagi warga yang akan kembali ke rumah, agar menata kembali barang-barang dan perabotan di rumah untuk disusun sedemikian agar tidak menghalangi jalur evakuasi apabila terjadi gempa susulan.

Sementara untuk lahan relokasi, terdapat penambahan 2 lahan untuk pembangunan hunian. Bupati Herman menambahkan, sebelumnya sudah disampaikan telah ditemukan relokasi di Desa Sirnagalih seluas 2,5 hektar. Kini ada penambahan dua lokasi, jadi lokasi kedua di Kecamatan  Mande seluas 4 hektar, dan lokasi ketiga di desa Cipendawa,  kecamatan Pacet seluas 10 hektar.

Ia menyampaikan, lahan di Desa Sinargalih, Kecamatan Cilaku akan segera dilakukan perataan tanah oleh Kementerian PUPR sebagai langkah awal pembangunan.

Ia juga menyatakan bahwa tim verifikasi data rumah rusak juga sudah turun ke lapangan, kurang lebih 3.500 sudah terverifikasi. Direncanakan dalam waktu 5 sampai 6 hari verifikasi bisa terselesaikan, sehingga dapat terlihat jumlah yang harus direlokasi dan sebagainya.

Dirinya meminta warga yang rumahnya rusak tidak melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan asesmen.