Ekspor 25 Ton Tuna Loin Senilai Rp5 Miliar, Jadikan Ikan Solusi Ketahanan Pangan Dunia

0
98
Kegiatan Ceremony Ekspor Perdana Ikan Tuna Loin ke Thailand (Foto: KKP)

(VIbizmedia – Ternate) Sejumlah 25 ton tuna loin telah diekspor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Ternate, Maluku Utara ke Thailand. KKP terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan ikan sebagai solusi ketahanan pangan dunia melalui penguatan pemasaran produk perikanan termasuk melalui ekspor ikan tuna loin ini.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Pamuji Lestari di Jakarta, Senin (28/11/2022) menyampaikan, seperti yang disampaikan Pak Menteri Trenggono bahwa ikan bisa menjadi solusi ketahanan pangan, maka KKP mengimplikasikan dengan melepas ekspor tuna senilai Rp5 miliar.

Tari mengatakan jajarannya menginternalisasi kebijakan Menteri Trenggono dengan melakukan quality assurance. Dan pelepasan ekspor pada Selasa, 22 November di Ternate menjadi bukti nyata dukungan BKIPM pada program pemerintah.

Ia menambahkan, melalui quality assurance pihaknya meminimalisir penolakan produk Indonesia dan menunjukkan bahwa produk kita bermutu dan berkualitas.

Sementara Kepala SKIPM Ternate, Arsal, merinci ekspor tuna dilakukan setelah proses pendampingan terhadap CV Mitra Tuna Mandiri. Dikatakannya, Thailand merupakan salah satu market baru yang menjadi tujuan ekspor produk Tuna Loin.

Arsal menjelaskan, tuna Loin Maluku Utara merupakan salah satu ikan yang produksinya sangat besar. Ikan ini sudah diproses dari penerimaan bahan baku, pencucian, pemotongan kepala, pembuangan kulit dan tulang, serta perapihan dan pembekuan.

Bersinergi dengan Bea Cukai Ternate, ekspor perdana tuna loin dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate dan secara resmi di lepas oleh Wakil Gubernur Maluku Utara.

CV Mitra Tuna Mandiri juga telah tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Grade B dimana proses pengolahan ikan sudah sesuai dengan standar yaitu telah menerapkan dan memenuhi persyaratan GMP, SSOP, dan atau sistem HACCP yang dipersyaratkan Otoritas Kompeten.

Arsal menegaskan, jadi dijamin produk yang dihasilkan memiliki Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

Kegiatan Ceremony Ekspor Perdana ini di hadiri langsung oleh CEO Anova Mr. Blane Olson yang merupakan buyer dari CV Mitra Tuna Mandiri. Dalam sambutannya Mr. Blane mengatakan bahwa CV Mitra Tuna Mandiri menghasilkan produk dengan kualitas tinggi yang akan di pasarkan di Amerika dan selalu memastikan rantai suplai dari nelayan sampai produk di terima oleh pelanggan di Amerika.

Adapun beberapa poin yang menjadi acuan penting dalam memberikan jaminan mutu ke pelanggan yaitu bahwa semua pasokan tuna dapat terlacak ketelusurannya dari hulu hingga hilir, semua tuna yang di produksi berkualitas tinggi dan di olah menggunakan teknologi yang canggih, produk yang dihasilkan telah melewati uji laboratorium dan sesuai standar FDA, serta untuk pekerja diberikan upah diatas rata – rata dan poin penting yaitu bahwa UPI telah menggunakan sistem Fair Trade yaitu prinsip perdanganan yang adil.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mewakili pemerintah Indonesia menawarkan program ekonomi biru untuk menghadirkan laut sehat guna mendorong produk perikanan sebagai solusi ketahanan pangan dunia.

Baca juga:

KKP Menyiapkan Ikan Kerapu dari Anambas Menjadi Komoditas Unggulan Ekspor