Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal Menjadi 328 Orang, Titik Pengungsian Sejumlah 451 Titik

0
109

(Vibizmedia – Nasional) Berikut adalah hasil konferensi pers sore ini di Kantor Bupati Cianjur, Rabu (30/11) yang disampaikan oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Perkembangan hingga hari ini telah ditemukan 1 orang korban, maka jumlah korban meninggal dunia pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) lalu menjadi 328 orang, dan masih ada 12 korban hilang yang masih dalam pencarian.

Basarnas seharusnya sudah berakhir hari ini, tetapi akan diperpanjang hingga 3 hari untuk semaksimal mungkin dapat menemukan korban-korban hilang.

Korban luka  ada 595 orang, korban luka berat yang masih dirawat baik di Rumah Sakit di Kabupaten Cianjur maupun di RS lainnya sejumlah 61 orang.

Sama dengan data kemarin, maka total di seluruh kabupaten Cianjur ada sejumlah 451 titik pengungsian yang tersebar di 16 kecamatan. Dengan perincian sebagai berikut: 333 titik pengungsian  terpusat, artinya kekuatan yang mengungsi  jumlahnya di atas 25 orang. Selebihnya ada 118 titik pengungsian mandiri, yaitu masyarakat yang mendirikan tempat-tempat pengungsian di sekitar rumahnya masing-masing dengan kekuatan di bawah 25 orang.

Jumlah pengungsi yang berhasil didata ada 39.985 KK, hasil validasi data terakhir dengan total sejumlah 108.720 orang, terdiri dari 52.987 laki-laki, 55.733 perempuan , 147 penyandang disabilitas, 1.341 ibu hamil , dan 6.994 lansia.

Sementara data kerugian yang sudah diverifikasi sampai hari ini adalah sebagai berikut: 4.376 rumah rusak berat,  5.306 rumah rusak sedang, 8.182 rumah rusak ringan, total ada 17.864 rumah.

Sedangkan infrastruktur yang rusak: 511 sekolah, 160 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, 17 gedung kantor, 16 kecamatan terdampak dengan 169 desa.

Sesuai dengan surat kepada para Camat dan Kepala Desa, maka masyarakat diminta secara bertahap kembali ke rumah masing-masing, tentunya rumah yang tidak berbahaya. Termasuk yang rusak ringan dan sedang bisa pulang untuk melihat kondisi rumahnya. Diingatkan bahwa perbaikan rumah hanya bisa dilakukan setelah dilakukan assessment oleh tim terlebih dahulu.

Pendistribusian logistik menjangkau ke wilayah kondisi sulit masih dilakukan dengan sepeda motor.  Saat ini berlangsung 18 unit operasional dapur  umum, penambahan 150 bilik MCK untuk pos-pos pengungsian terpusat yang sebelumnya sejumlah 47 MCK.

Untuk donasi dihimbau untuk penyaluran donasi bantuan menghubungi posko-posko di Pemda,  Polres Cianjur dan Kodim 06/08 Cianjur, dan tidak langsung ke lokasi bencana alam, dengan tujuan agar penyaluran bisa diberikan secara merata.

Ada isu hoaks bahwa warga Cianjur tidak membutuhkan bantuan, tapi ditegaskan kembali oleh Bupati bahwa masyarakat Cianjur masih terus membutuhkan bantuan sampai penghasilan masyarakat stabil dan ekonomi bertumbuh kembali.

Untuk relokasi yang saat ini dilakukan adalah di desa Sinargalih di mana PUPR sudah mulai melakukan action dan diharapkan segera membangun rumah percontohan. Untuk masyarakat yang akan mendiami relokasi, maka saat ini sedang menunggu review BMKG mengenai daerah mana saja yang tidak bisa lagi dibangun hunian.