Program BBM Satu Harga Pertamina Telah Layani 402 Titik Lembaga Penyalur di 125 Kabupaten

0
98
Peresmian lembaga penyalur BBM Satu Harga yang kembali dilakukan bersama BPH Migas di 3 wilayah secara serentak, yakni Nias Selatan, Sambas, dan Hulu Sungai Selatan. (Foto: Pertamina)

(Vibizmedia, Nias Selatan) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution,  menyampaikan (30/11),  kini 54 Kabupaten yang termasuk dalam wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sudah dilayani oleh lembaga penyalur BBM Satu Harga Pertamina. Ini adalah bukti Pertamina menjamin ketersediaan energi yang terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai ujung tombak penyaluran energi, Alfian melanjutkan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mendorong pemerataan akses energi terjangkau sebagai bentuk mendukung program Pemerintah mewujudkan energi berkeadilan lewat Program BBM Satu Harga yang dimulai sejak tahun 2017.

Implementasi program ini diwujudkan dengan peresmian lembaga penyalur BBM Satu Harga yang kembali dilakukan bersama BPH Migas di 3 wilayah secara serentak, yakni Nias Selatan, Sambas, dan Hulu Sungai Selatan.

Alfian menambahkan, dengan peresmian kali ini, maka total ada 402 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga yang sudah resmi beroperasi di 125 kabupaten dimana sejumlah 81 diantaranya adalah lembaga penyalur yang baru. Hingga Desember pihaknya akan mempercepat 11 lembaga penyalur lainnya yang sudah ditetapkan sebagai target di tahun 2022.

Sebaran titik BBM Satu Harga ini memang fokus kepada wilayah-wilayah di luar Jawa, Madura, dan Bali, atau wilayah yang memerlukan akses energi. Tidak jarang, wilayah ini pula mendatangkan tantangan yang besar dalam proses distribusinya apalagi yang masuk ke wilayah 3T.

Alfian melanjutkan, saat ini sebaran BBM Satu Harga antara lain sejumlah 62 penyalur berada di Sumatera, 86 penyalur di Kalimantan, 71 penyalur di Nusa Tenggara, 44 penyalur di Sulawesi, 57 penyalur di Maluku, 77 penyalur di Papua, dan 5 lainnya masuk ke wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Sedangkan untuk wilayah 3T, jika proses distribusinya menggunakan berbagai moda transportasi, baik itu darat, air, dan udara, maka pergantian transportasinya ada yang 4 sampai 5 kali, bahkan sampai ada 8 kali sebelum BBM dapat dinikmati masyarakat.

Untuk menjawab tantangan distribusi ini, Alfian mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dalam memastikan proses distribusi terus berjalan dengan baik. Menurutnya, kehadiran BBM Satu Harga agar dapat melayani secara berkelanjutan harus diimbangi dengan jaminan distribusi yang baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Daerah telah memfasilitasi kehadiran lembaga penyalur BBM Satu Harga. Kedepan, kami akan terus berkoordinasi memastikan distribusi BBM dapat berjalan dengan maksimal, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas dalam rangka sinergi mewujudkan akses energi terjangkau bagi masyarakat,” tukasnya.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa BPH Migas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memastikan serta menjamin penyaluran energi terutama ketersediaan BBM yang terjangkau di seluruh pelosok negeri.

Erika menjelaskan, dengan adanya peresmian ini, 81 lembaga penyalur dari target 92 titik BBM Satu Harga di tahun 2022 sudah beroperasi. Berarti masih ada tugas untuk menyelesaikan 11 lokasi lainnya yang harus dikerjakan bersama-sama.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat telah mendukung pelaksanaan Program BBM Satu Harga dan berharap manfaat kehadiran BBM Satu Harga ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga dapat menggerakan roda perekonomian di wilayah 3T, dan menjadi perwujudan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Harga BBM Terbaru per Provinsi Dirilis Pertamina, Mulai Oktober 2022