Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal Menjadi 329 Orang, Titik Pengungsian Sejumlah 492 Titik

0
93

(Vibizmedia – Nasional) Berikut adalah konferensi pers update penanganan gempa Cianjur sore ini di Kantor Bupati Cianjur, Kamis (1/12) yang disampaikan oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman,

Perkembangan hingga hari ini telah ditemukan 1 korban di wilayah Cicadas, daerah desa Cijedil. Dengan demikian jumlah korban meninggal dunia pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) lalu menjadi 329 orang, dan masih ada 11  korban hilang yang masih dalam pencarian.

Basarnas masih memiliki waktu 2 hari untuk semaksimal mungkin menemukan korban-korban hilang.

Korban luka ada 595 orang, sedangkan korban luka berat yang masih dirawat baik di Rumah Sakit di Kabupaten Cianjur maupun di RS lainnya sejumlah 59 orang.

Berdasarkan survey, maka data pengungsian terpilah adalah sebagai berikut: total di seluruh kabupaten Cianjur ada sejumlah 492 titik pengungsian yang tersebar di 16 kecamatan.

Dengan perincian sebagai berikut: 372 titik pengungsian  terpusat, artinya kekuatan yang mengungsi  jumlahnya di atas 25 orang. Selebihnya ada 120 titik pengungsian mandiri, yaitu masyarakat yang mendirikan tempat-tempat pengungsian di sekitar rumahnya masing-masing dengan kekuatan di bawah 25 orang.

Jumlah pengungsi yang berhasil didata dan divalidasi ada 40.895 KK,  dengan total sejumlah 114.414 orang, terdiri dari 54.659 laki-laki, 59.755 perempuan , 146 penyandang disabilitas, 1.380 ibu hamil , dan 7.308 lansia.

Sementara data kerugian material yang sudah divalidasi sampai hari ini adalah sebagai berikut: 5.631 rumah rusak berat,  7.273 rumah rusak sedang, 11.203 rumah rusak ringan, total ada 24.107 rumah.

Sedangkan infrastruktur yang rusak: 520 sekolah/fasilitas pendidikan, 190 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, 17 gedung kantor, 16 kecamatan terdampak dengan 169 desa.

Untuk fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Nagrak, sudah dibangunkan Kementerian Kesehatan dengan konstruksi knock down dan dalam waktu 1 minggu sudan bisa berfungsi.

Rekap logistik hingga saat ini adalah 285 selimut, 55 terpal, 50 paket cembalo, 214 matras, 60 dus mie instant, 2.350 kg beras, 60 dus air mineral, 96 dus  makanan ringan, 20 karung pakaian.

Saat ini ada 400 oganisasi relawan yang membantu penanganan gempa Cianjur yang bekerja di 15 sektor, dengan perincian ada sejumlah 5.583 relawan, tugas dan dukungan telah dibagi sedemikian rupa, mulai dari pencarian dan evakuasi, logistik dan pengungsian, pendataan kerugian materiil dan tugas lainnya.

Yang rusak ringan setelah mendapat assessment dari tim survey sudah mulai bisa  diperbaiki. Setelah sesuai verifikasi lapangan selesai.

Untuk  rehab rusak berat, akan ada 2 metode, untuk keluarga yang memiliki keuangan cukup  maka akan diberikan cash sebesar Rp50 juta. Sedangkan yang berpenghasilan rendah, akan dibuatkan rumah tipe 36 yang tahan gempa dan layak huni oleh TNI/Polri. Rumah-rumah percontohan tahan gempa sudah mulai dibangun di Nagrak, dimana rumah tersebut memiliki kamar, dapur, ruang keluarga dan kamar mandi. Hari Senin sudah bisa direalisasikan pembangunannya.

SIapa yang harus pindah ke relokasi masih menunggu hasil kajian BMKG mengenai daerah mana saja yang tidak bisa dibangun hunian.