Rekonstruksi Bangunan Terdampak Gempa Dimulai untuk Pemulihan Aktivitas Ekonomi

0
115
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, meninjau progres pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa di Cianjur, Senin (5/12/2022) (Foto: Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Cianjur) Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu mulai 22 November 2022 hingga 5 Desember 2022 Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiga kali berkunjung ke Cianjur dalam kaitan penanganan gempa bermagnitudo (M) 5,6 pada 21 November 2022   lalu. 

Dalam kunjungan ketiga, Senin (5/12/2022), Presiden yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, meninjau progres pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pascagempa di Cianjur.

Dalam kunjungan sebelumnya, Presiden telah mendatangi titik terparah terdampak gempa bumi Cianjur di Kecamatan Cugenang, Kamis (24/11/2022). Sedangkan dalam kunjungan pertama, sehari setelah gempa Selasa (22/11/2022), Presiden meninjau jalan raya Cibeureum, yang merupakan jalan penghubung wilayah Bogor-Cianjur di Kecamatan Cugenang. Jalan tersebut sempat tertimbun longsor, namun kini telah dapat dilalui kendaraan.

Dalam kunjungan yang ketiga, Presiden hendak memastikan proses rekonstruksi bangunan terdampak gempa dimulai. Presiden Jokowi mengatakan, rekonstruksi perbaikan rumah dan bangunan publik bertujuan untuk segera memulihkan aktivitas pergerakan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi.

Saat meninjau pembangunan rumah relokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa ini adalah lokasi untuk relokasi yang pertama dan kurang lebih akan dibangun 200 rumah,  bahkan ada yang sudah  jadi merupakan rumah anti gempa.

Selain di lokasi tersebut, Presiden mengatakan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.600 rumah serupa di lokasi lainnya. Relokasi diprioritaskan bagi warga terdampak gempa yang rumahnya berada di pusat gempa, terutama di Kecamatan Cugenang.

“Lokasi-lokasi yang berada di pusat gempa, utamanya di Cugenang, itu akan dipindahkan ke sini dan ke lokasi yang kedua tadi karena sudah tidak bisa ditinggali lagi, berbahaya sekali lagi,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, dikatakan Presiden, untuk rumah warga yang tidak direlokasi akan diberikan bantuan perbaikan yang besarannya menyesuaikan tingkat kerusakan. 

“Yang rusak berat itu ada yang direlokasi ada yang tidak. Kalau tempatnya berbahaya, berada di garis patahan, garis sesarnya, itu yang dipindah. Kalau yang tidak dibangun di tempat yang sama,” kata Presiden.

Menteri Basuki mengatakan, Kementerian PUPR telah memulai pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur. 

Menteri PUPR Basuki menyampaikan, pihaknya menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja dengan lokasi di Cilaku sekitar 2,5 hektare (ha) dan Mande sekitar 30 ha. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, ditargetkan pada akhir Desember 2022 sudah dapat dilakukan serah terima tahap I sebanyak 80 unit. 


Iwan menjelaskan, pekerjaan dilaksanakan secara paralel untuk pekerjaan fondasi, instalasi Risha, pekerjaan arsitektur, jalan, saluran, dan air bersih. Sedangkan untuk serah terima tahap II sebanyak 120 unit ditargetkan pada minggu ke 3 Januari 2023.

Dengan penyelesaian secara bertahap, maka diharapkan seluruh pekerjaan dapat selesai sebelum Hari Raya Idulfitri/Lebaran 2023 sesuai target yang diberikan oleh Menteri PUPR. 

“Untuk di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas 2,5 ha akan dibangun 200 unit rumah tipe 36/75 m, dengan progres 2 rumah diselesaikan malam ini. Lokasi kedua di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande seluas 30 ha dibangun 1.600 unit dilengkapi IPA, IPAL, TPST, Fasos Fasum dan jalan lingkungan,” ujarnya. 

 

Baca juga:

Jokowi: Pemilihan Kawasan Relokasi Warga Cianjur Sudah Melalui Kajian