2 Desa di Papua Selatan Jadi Desa Maju

0
137
Hari Bhakti Transmigrasi
Upacara puncak peringatan HBT ke-72 di Lapangan Kapsul Waktu Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Senin, 12 Desember 2022. FOTO: KEMENDES

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Program Transmigrasi di Indonesia selama 72 tahun terakhir berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan, salah satunya mengentaskan dua eks satuan pemukiman transmigran di Provinsi Papua Selatan menjadi desa maju dan selangkah lagi menjadi desa mandiri.

“Khusus di Provinsi Papua Selatan ini, sudah ada dua desa eks Satuan Permukiman, yaitu Desa Suka Maju, dan Desa Sota, telah terindeks sebagai Desa Maju, dengan nilai indeks masing-masing 0,75 dan 0,76. Capaian indeks ini menunjukkan bahwa, dua desa ini sebentar lagi akan menjadi Desa Mandiri,” jelas Abdul Halim usai upacara puncak peringatan HBT ke-72 di Lapangan Kapsul Waktu Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Senin, 12 Desember 2022.

Menurut Abdul Halim, beberapa hal lain bukti manfaat dari Program Transmigrasi adalah pemerataan pembangunan yang bahkan mengantarkan dua wilayah transmigrasi menjadi Ibu Kota Provinsi baru di Papua.

“Program Transmigrasi memberikan dukungan positif bagi percepatan kesejahteraan warga masyarakat pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan masyarakat dari pemerintah kepada masyarakat. Terbukti dengan sejak dimulai transmigrasi sampai hari ini sudah ada 2 provinsi dari daerah transmigrasi, 114 Kabupaten, 454 kecamatan. Artinya bahwa 72 tahun saja sudah bisa mewujudkan pusat pemerintah pada setiap levelnya berbasis transmigrasi,” terangnya.

Dua Ibu Kota dari kawasan transmigrasi tersebut adalah Merauke untuk Papua Selatan dan Nabire dari Papua Tengah yang diresmikan beberapa bulan lalu.

Agar manfaat-manfaat Program Transmigrasi terus berjalan, lanjutnya, tentu saja perlu juga dilakukan pembaharuan persepsi sehingga pencapaian program ini menjadi semakin luas perkembangannya.

“Hari ini ini Presiden jokowi sedang konsentrasi dengan pembangunan IKN dan itu wilayahnya ada di sebagian besar wilayah transmigrasi. Ke depan kita ingin model transmigrasi ditingkatkan jauh spesifik dan baik lagi secara persepsi terhadap transmigrasi harus diubah. Orang berangkat transmigrasi bukan semata-mata untuk menaikkan tarif hidup dari terpuruk menjadi maju tapi memberikan harapan yg sangat bagus bagi menapaki kehidupan yang akan datang,” ungkap Abdul Halim.