Nota Kesepahaman FOLU Netsink 2030 Indonesia Telah Ditandatangani Bersama BUMN Singapura

0
115
Foto: Biro Humas KLHK

(Vibizmedia – Jakarta) Temasek Foundation sebagai yayasan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura, mendukung implementasi Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Indonesia untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Hal itu dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam keterangan resmi yang diterima terkait penandatanganan MoU antara Temasek Foundation dan KLHK di Jakarta, pada Rabu (14/12/2022) menyatakan apresiasi terhadap dukungan Temasek Foundation dalam implementasi FOLU Net Sink 2030, khususnya di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

MoU itu ditandatangani Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono dan CEO Temasek Foundation, Ng Boon Heong, yang disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dan jajaran Eselon I terkait.

Menteri LHK mengatakan, kerja sama dengan Temasek Foundation akan menjadi bagian dari tekad Indonesia untuk menjadi panutan (role model) dan mendukung pencapaian komitmen iklim global dan nasional Indonesia.

Berbagai mitra internasional seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah menyatakan dukungannya terhadap strategi FOLU Net Sink 2030 Indonesia sebagai bentuk perhatian global terhadap upaya pemerintah ini.

Menteri Siti Nurbaya menyatakan, MoU antara KLHK dan Temasek Foundation merupakan kerjasama pertama KLHK dengan yayasan internasional yang dapat melengkapi upaya implementasi pelaksanaan rencana operasional FOLU Net Sink 2030 Indonesia.

Lebih lanjut Menteri LHK mengatakan, kerja sama dengan Temasek Foundation menyiratkan keterbukaan KLHK menerima dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta dan lembaga non pemerintah, dalam upaya pengimplementasian dan pencapaian target-target FOLU Net Sink 2030 Indonesia.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat untuk kerja sama dalam inovasi percontohan dan model berkelanjutan dalam upaya melindungi, memulihkan, dan atau mengelola ekosistem pesisir dan darat; mengelola secara berkelanjutan, merestorasi lahan terdegradasi, memitigasi emisi GRK dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat; melakukan mitigasi dan adaptasi cuaca ekstrim; dan untuk mendukung pengelolaan sampah.

Menteri Siti menjelaskan, kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk proyek bersama, pertukaran pengetahuan dan informasi yang menjadi kepentingan bersama, promosi hasil kerja sama di forum internasional, dan bentuk kegiatan lain yang akan disepakati bersama.

Baca juga:

KLHK Ajak Seluruh Humas K/L Kenali Rencana Operasional Program Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030