Kemenperin Dongkrak Pengembangan Garam Memakai Teknologi

0
149
Industri garam
Ilustrasi industri garam. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Doddy Rahadi menyampaikan pihaknya mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar memanfaatkan teknologi tepat guna, efisien dan modern sehingga memacu produktivitas dan kualitas untuk mewujudkan komitmen industri yang ramah lingkungan.

Salah satu kelompok industri yang mendapat pembinaan adalah IKM pengolahan garam yang berperan penting bagi pasokan garam lokal, khususnya untuk keperluan konsumsi.

“BSKJI Kemenperin berupaya mendukung pengembangan garam di Indonesia melalui pendampingan dan konsultansi bagi para pelaku industri serta penerapan teknologi yang dikembangkan bagi IKM Menengah melalui unit kerja yang dimiliki,” jelas Doddy Rahadi dalam keterangannya, pada Jumat, 16 Desember 2022.

Menurutnya, garam merupakan salah satu komoditas strategis yang penggunaannya sangat luas, mulai dari sektor konsumsi baik rumah tangga maupun komersial (hotel, restoran dan katering). Selain itu juga diperlukan oleh sektor industri meliputi industri aneka pangan (untuk produksi mi instan, biskuit, bumbu-bumbuan, makanan ringan, dan produk aneka pangan lainnya). Industri farmasi (cairan infus, cairan hemodialisa, dan obat-obatan lainnya), industri tekstil dan penyamakan kulit, industri klor alkali (petrokimia dan pulp kertas), bahkan untuk water treatment di industri dan pengeboran minyak.

“Mengingat banyaknya penggunaan garam ini, tentu kebutuhannya juga akan sangat banyak,” katanya.

Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh salah satu unit kerja di bawah BSKJI Kemenperin ikut berpartisipasi dalam pengembangan garam di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh. Salah satu teknologi yang dikembangkan sekaligus diaplikasikan di sektor IKM pengolahan garam adalah teknologi untuk mempercepat produksi garam menggunakan sistim semprot (sprayer).

“Teknologi yang di kembangkan ini telah di aplikasikan di dua IKM garam di Provinsi Aceh, yaitu di UD. Milhy Jaya Bireuen dan Koperasi Tunas Usaha Sejahtera Aceh Besar,” kata Doddy.