Upakarti Pelaku IKM, Menperin: Banyak Diisi Kaum Muda

0
171
Upakarti IKM
Penerima Penghargaan Upakarti tahun 2022 di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin, 19 Desember 2022. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa kolaborasi dan sinergi menjadi hal penting dalam pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM) di tanah air, sehingga pembinaan IKM nasional dapat berjalan semakin merata ke seluruh aspek dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha hingga ke daerah pelosok.

Untuk itu, pemerintah memberikan apresiasi atas partisipasi dan kolaborasi pihak-pihak, baik perorangan maupun lembaga atau perusahaan, yang telah secara aktif memberdayakan IKM melalui Penganugerahan Penghargaan Upakarti.

“Penghargaan Upakarti diberikan pemerintah untuk pelaku IKM serta pembina IKM dalam program bapak angkat. IKM sangat penting karena menyerap 66% tenaga kerja di sektor industri dan merupakan 99,7% dari total populasi industri manufaktur. Sehingga, kebijakan yang diambil pemerintah harus mengarah untuk membantu tumbuhnya IKM,” jelas Agus Gumiwang pada acara ramah tamah bagi penerima Penghargaan Upakarti tahun 2022 di Gedung Kementerian Perindustrian, pada Senin, 19 Desember 2022.

Penghargaan Upakarti terbagi atas dua kategori penghargaan, yaitu kategori Jasa Pengabdian dan Jasa Kepeloporan. Upakarti Jasa Pengabdian diberikan kepada orang-perseorangan atau lembaga atau organisasi yang sebetulnya tugas dan fungsinya tidak melakukan pembangunan dan pemberdayaan terhadap IKM.

“Penerima Penghargaan Upakarti tahun 2022 banyak diisi oleh kaum generasi muda. Ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini telah memiliki rasa tanggung jawab dan keinginan yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perekonomian daerahnya masing-masing, salah satunya melalui pemberdayaan IKM,” jelas Agus.

Menurutnya, Penghargaan Upakarti 2022 dapat menjadi suntikan penyemangat bagi para pelaku usaha yang berjasa mengembangkan IKM tanah air di tengah tantangan dan ancaman krisis global. Di samping itu, berbagai langkah juga diambil oleh Kemenperin untuk memberikan dukungan kepada IKM menghadapi tantangan saat ini, antara lain melalui penerapan kebijakan larangan terbatas (lartas) untuk mencegah barang luar negeri membanjiri pasar domestik, akibat kebijakan dumping di negara tertentu.

Selanjutnya, penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 46 tahun 2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk Industri Kecil. Upaya ini bertujuan untuk mendorong sebanyak-banyaknya produk industri kecil masuk ke e-katalog.

“Dengan adanya peraturan ini, industri kecil dapat melakukan penghitungan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan self-assessment dan dilaporkan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Industri kecil akan memperoleh sertifikat paling lambat dalam waktu lima hari dan seluruh prosesnya bebas biaya,” jelas Menperin.

Selain itu, Kemenperin juga memberikan fasilitas restrukturisasi mesin dan peralatan, mempermudah IKM memperoleh bahan baku melalui material center, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Agus berharap melalui momen ramah tamah ini para penerima Penghargaan Upakarti dapat saling bertukar pikiran, pengetahuan, dan pengalaman. “Saya yakin pertemuan ini dapat membuka sinergi dan kolaborasi yang lebih luas dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan IKM di Indonesia,” ucapnya.