Angka Partisipasi Sekolah (APS) Jawa Timur

0
161
Partisipasi Sekolah
Ilustrasi sekolah. FOTO: SETKAB

(Vibizmedia-Kolom) Angka partisipasi sekolah penduduk pada suatu wilayah menunjukkan terbukanya peluang untuk mengakses pendidikan secara umum pada suatu wilayah tersebut. Semakin tinggi APS pada suatu kelompok usia tertentu di wilayah tertentu menunjukkan terbukanya peluang yang lebih besar bagi penduduk di wilayah tersebut untuk dapat mengenyam pendidikan menurut jenjang tertentu. Artinya, APS dapat digunakan untuk melihat seberapa banyak penduduk usia sekolah yang telah mengakses pendidikan.

Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai saat ini mendorong peningkatan partisipasi sekolah di berbagai kelompok usia sekolah. Tercapainya tujuan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan pendidikan yang mudah diakses dapat digambarkan melalui besaran APS.

Seberapa besar terbukanya peluang untuk mengakses pendidikan di masing-masing kelompok usia dapat dilihat dari besarnya APS di setiap kelompok usia sekolah.

Secara umum APS di Jawa Timur di masing-masing kelompok usia sekolah cenderung mengalami peningkatan dari 2020-2021. Namun, untuk APS 7-12 tahun menurun dari 99,65 persen tahun 2020, turun tipis menjadi 99,40 persen di tahun 2021.

Untuk APS 13-15 tahun yang semula di tahun 2020 sebesar 97,68 persen meningkat menjadi 97,76 persen di tahun 2021. Serta APS 16-18 tahun mengalami peningkatan dari 73,05 persen di tahun 2020 menjadi 74,14 persen di tahun 2021.

Tingkat partisipasi sekolah penduduk pada kelompok usia 7-12 tahun yang hampir pada seluruh penduduk serta kelompok usia 13-15 tahun yang tersisa sekitar 2 persen penduduk, menjadi salah satu indikator kemudahan akses pendidikan terutama untuk kedua jenjang pendidikan yang bersesuaian dengan kelompok umur sekolah tersebut.

Menghilangkan ketimpangan akses pendidikan pada setiap jenjang diduga menjadi salah satu kunci pencapaian partisipasi pendidikan ini. Perbedaan antara kondisi di wilayah perdesaan dan perkotaan, diduga memberi hambatan pencapaian pendidikan, terutama pada partisipasi sekolah pada kelompok usia 16- 18 tahun. Ini terlihat dari capaian APS kelompok usia 16-18 tahun pada kelompok usia ini, capaian antara wilayah perkotaan dan perdesaan terpaut 11,54 persen.

APS 7-12 tahun di Jawa Timur tahun 2021 berada di kisaran 99 persen, artinya hampir seluruh penduduk Jawa Timur kelompok usia sekolah 7-12 tahun terdaftar dan masih aktif mengikuti pendidikan baik di pendidikan formal maupun non formal. Capaian APS 7-12 tahun sudah hampir berada pada kondisi tuntas, karena hanya tersisa 0,6 persen penduduk usia 7-12 tahun yang belum/ tidak sedang sekolah.

Meskipun demikian, mereka yang belum bisa mengakses pendidikan pada jenjang dasar ini perlu menjadi perhatian pemerintah, apa yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut, dan perlu dilakukan upaya untuk mengatasi kondisi tersebut.

Identik dengan kelompok usia 7-12 tahun, untuk APS 13-15 tahun Jawa Timur 2020- 2021 berada pada kisaran yang hampir sama, yaitu 97 persen. Ini berarti masih tersisa kurang dari tiga persen penduduk usia 13-15 tahun pada upaya pemenuhan pendidikannya. Kedua capaian indikator APS pada jenjang pendidikan 7-12 tahun dan 13-15 tahun ini, diduga dampak keberhasilan program wajib belajar 12 tahun yang digulirkan pemerintah Jawa Timur. Salah satunya melalui program sekolah gratis untuk tingkat SD hingga SMU. Program wajib belajar 12 tahun bertujuan agar penduduk dapat menjalani program pendidikan minimal setara Sekolah Menengah Umum (SMA/SMK).

Dampak dari program ini nampaknya mampu mendorong peningkatan APS 13-15 tahun, dan dapat mengurangi jumlah penduduk pada kelompok usia ini yang belum/tidak berada di bangku pendidikan.

APS usia 16-18 tahun yang merepresentasikan usia sekolah tingkat lanjutan atas, juga mengalami peningkatan dalam periode tahun 2020 hingga tahun 2021. Program wajar 12 tahun yang mulai dicanangkan pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2012, sebagai lanjutan program pendidikan dasar sebelumnya. Namun demikian masih ada tantangan dalam upaya pemenuhan pendidikan pada jenjang usia ini, karena hampir 26 persen penduduk usia 16-18 tahun tidak sedang bersekolah.

Kondisi ini mesti dicarikan jalan keluar agar terjadi peningkatan sehingga program wajib belajar 12 tahun dapat tercapai. Upaya peningkatan pendidikan dasar dan menengah bagi penduduk Jawa Timur melalui program wajib belajar, mendorong peningkatan APS pada setiap jenjang kelompok usia sekolah.

Upaya tersebut diperkuat dengan program prioritas pemerintah Jawa Timur di bidang pendidikan lainnya seperti program pendidikan usia dini, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik dan program rencana jangka panjang dengan merintis wajib belajar 15 tahun.

Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan karakteristik penduduknya yang beraneka ragam. Kendati demikian capaian APS di masingmasing kabupaten/kota pada setiap kelompok usianya relatif sama antar wilayah yang berdekatan dan memiliki karakterteristik yang sejenis. Khususnya di kelompok usia 7-12 tahun.

Capaian APS masing-masing kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur sangat beragam. Secara umum capaian APS pada kelompok usia 7-12 tahun kabupaten/kota sudah di atas 98 persen. Sedangkan capaian APS pada kelompok usia 13-15 tahun di atas 92 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk kelompok usia 7-12 tahun di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur hampir seluruhnya sudah mengakses pendidikan (mencapai 99 persen).

Untuk APS 13-15 tahun di Jawa Timur tahun 2021 hanya delapan kabupaten/kota yang capaiannya sudah 99 persen, setelah pada tahun sebelumnya ada sembilan Kabupaten/ Kota yang memiliki capaian 99 persen. Tiga wilayah dengan capaian tertinggi berturut-turut adalah Kabupaten Blitar (99,53 persen); Kabupaten Kediri (99,45 persen) dan Kabupaten Ngawi (99,40 persen). Sementara itu terjadi ketimpangan capaian APS 13-15 tahun, karena jika capaian APS 13-15 tahun Jawa Timur menjadi acuan, maka terdapat 18 kabupaten/kota yang berada di bawah capaian APS 13-15 tahun Jawa Timur. Tiga wilayah dengan capaian APS terendah di Jawa Timur tahun 2021 berturut-turut dari yang terendah adalah Kabupaten Bangkalan (92,60 persen), Kabupaten Sampang (93,42 persen) serta Kabupaten Probolinggo (94,00 persen).

Wilayah perkotaan memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai sehingga peluang untuk mengakses sekolah lebih terbuka dibandingkan wilayah perdesaan. Pada tahun 2021 tidak ada satupun wilayah Kabupaten/ Kota yang capaian APS 13-15 tahun mencapai 100 persen.

Akan tetapi pencapaian APS 13-15 di kabupaten/kota yang lain, menunjukkan besaran yang cukup baik yaitu di atas 92 persen. Harapannya adalah dengan program wajib belajar 9 tahun APS pada kelompok usia ini akan mencapai 100 persen di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Identik dengan APS 13-15 tahun, untuk APS 16-18 tahun capaian untuk Kabupaten Bangkalan terendah di tahun 2021 (51,28 persen). Ini berarti rata-rata satu dari dua penduduk usia 16-18 tahun di Kabupaten Bangkalan tidak bersekolah. Diikuti oleh Kabupaten Jember (55,42 persen) serta Kabupaten Sampang (57,29 persen).

Ketiga wilayah tersebut merupakan wilayah dengan capaian APS 16-18 tahun terendah di Jawa Timur tahun 2021 (kurang dari 60 persen). Sedangkan wilayah dengan capaian APS 16-18 tahun tertinggi di Jawa Timur tahun 2021 berturut-turut dari yang tertinggi adalah Kota Madiun (96,82 persen), Kota Blitar (91,17 persen), dan Kabupaten Jombang (90,39 persen).