Kapal PELNI Kini Dilengkapi Alat Keselamatan Baru

0
289
Alat keselamatan bernama Marine Evacuation System atau MES (berwarna oranye) untuk mengevakuasi penumpang dari dek atas kapal (Foto: PELNI)

(Vibizmedia – Nasional) PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (persero) melakukan penambahan alat keselamatan di atas kapal penumpang bernama Marine Evacuation System (MES). Pemasangan dilakukan jelang pelayanan Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) untuk memperkuat aspek keselamatan pelayaran.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PELNI, Evan Eryanto mengatakan bahwa pemasangan alat MES di kapal-kapal PELNI ini melengkapi alat keselamatan yang sudah ada sebelumnya. Meski demikian, diharapkan peralatan keselamatan yang disiapkan di atas kapal PELNI ini tidak perlu dipergunakan, artinya setiap pelayaran kapal PELNI selalu aman.

“Alat MES ini sudah terpasang di empat kapal PELNI dan kami harapkan dapat menambah keyakinan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi laut, khususnya berlayar bersama kapal PELNI,” tutur Evan, Kamis (23/11/2023).

Ada empat kapal penumpang PELNI yang sudah dipasang alat MES yaitu KM Kelud, KM Tidar, KM Pangrango dan KM Bukit Raya. Sisa kapal lainnya akan dipasang alat keselamatan yang sama pada 2024 mendatang.

MES atau Marine Evacuation System merupakan alat keselamatan berupa jaring pengaman serupa seluncuran yang dapat dipakai pada situasi darurat. MES digunakan untuk mengevakuasi penumpang dari dek atas kapal dengan menuruni jalur jaring dan menaiki rakit penyelamat yang telah mengembang di air laut.

“MES ini menjadi sarana pendukung bagi proses evakuasi di saat situasi darurat. Alat keselamatan yang utama tetap jaket pelampung yang tersedia bagi seluruh penumpang, dewasa maupun anak-anak,” tambah Evan.

Selain jaket pelampung, seluruh kapal PELNI memiliki alat keselamatan lainnya seperti sekoci dan rakit penyelamat atau inflatable liferaft (ILR). Satu unit ILR mampu mengangkut 100 orang. Total PELNI memiliki 1.439unit ILR di 26 kapal penumpangnya.

“Jika 26 kapal kami dapat mengangkut total 34.193 orang, total alat keselamatan yang terpasang itu sanggup menyelamatkan 133.453 orang. Jadi perbandingannya sangat memadai dan memenuhi standar pelayaran internasional,” tegas Evan.

Kapal PELNI sendiri bersiap untuk menghadapi angkutan Nataru terhitung 11 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. Selama periode tersebut, sejumlah kapal PELNI mengalami penyesuaian jadwal dan rute untuk mengantisipasi ruas-ruas padat penumpang.