Penurunan Produksi Global Membuat Harga Kakao Mahal

0
254

(Vibizmedia – Commodity) Harga kakao pada hari Selasa ditutup lebih tinggi mencatat rekor tertinggi terpicu penurunan produksi kakao global.

Harga kakao kontrak bulan Desember 2023 berakhir melonjka 2,58% pada 4.370.

Hujan yang terus menerus telah membatasi kerja lapangan dan mendorong penyakit tanaman di pertanian Afrika Barat, yang menyediakan sebagian besar pasokan kakao dunia. Hal ini juga memicu kekhawatiran bahwa produksi kakao saat ini tidak akan mampu memenuhi pasokan untuk menghindari defisit global.

Tanda-tanda berkurangnya produksi kakao di Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia, memberikan dampak positif terhadap harga. Pada hari Senin, data dari pemerintah Pantai Gading menunjukkan petani Pantai Gading mengirimkan 479,449 MT kakao ke pelabuhan mulai 1 Oktober-27 November, turun -32.2% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.

Persediaan kakao yang dipantau ICE di pelabuhan AS terus menurun sejak bulan Juni dan mencatat level terendah dalam 2,5 tahun pada hari Selasa.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao akan mencermati perkembangan produksi, yang jika terus menurun, akan menguatkan harga kakao. Juga perlu dicermati upaya profit taking setelah harga kakao meninggi. Jika data GDP Growth Rate Q3 AS terealisir naik, akan menguatkan dolar AS dan menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.295-4.220. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.413-4.456.