Kenaikan Harga Transportasi dan Makanan Dorong Peningkatan Inflasi Indonesia November

0
184
Pasar Gede Solo - Vibizmedia Photo

(Vibizmedia – Economy & Business) Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 2,86% pada bulan November 2023 dari 2,56% pada bulan sebelumnya, mengalahkan perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 2,7%, demikian rilis dari Badan Pusat Statistik Indonesia pada hari Jumat (01/12).

Inflasi bulan November ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Agustus dan tetap berada dalam target bank sentral sebesar 2-4% selama 7 bulan berturut-turut.

Tingkat inflasi meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga transportasi yang lebih cepat (1,27% vs 1,20% di bulan Oktober) dan makanan & minuman, dengan kenaikan harga makanan yang paling tinggi dalam sembilan bulan (6,71% vs 5,41%).

Harga terus meningkat untuk perumahan (1.12% vs 1.16%), pakaian (0.69% vs 0.85%), rekreasi, olah raga & budaya (1.38% vs 1.50%), perabotan (1.63% vs 1.89%), akomodasi/restoran (2.18 % vs 2,21%), kesehatan (2,04% vs 2,04%), dan pendidikan (1,98% vs 1,99%), serta informasi, komunikasi & keuangan (0,07% vs 0,11%).

Secara bulanan, harga konsumen naik 0,38% di bulan November, terbesar dalam 11 bulan, setelah naik 0,17% di bulan Oktober, melebihi perkiraan pertumbuhan 0,22%.

Inflasi inti melambat ke level terendah dalam 22 bulan sebesar 1,87% di bulan November, dibandingkan dengan ekspektasi sebesar 1,9%.