PLN Jalin Kerjasama Dengan KHNP Korsel untuk Jajaki Energi Nuklir

0
197
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kiri) dan President & CEO Korean Hydro & Nuclear Power, Joo Hwang (kanan) saat menunjukkan nota kesepahaman di Dubai pada Jumat (1/12/2023). (Foto: PLN)

(Vibizmedia – Dubai) PT PLN (Persero) melalui subholding-nya, PLN Nusantara Power (PLN NP) telah menjalin kerja sama dengan Korean Hydro & Nuclear Power (KHNP) Co. Ltd, berkaitan dengan pra-kajian kelayakan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia dengan teknologi small modular reactor.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah dan President & CEO of KHNP, Jooho Hwang dalam perhelatan Conference of the Parties ke-28 (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (1/12/2023).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan energi masa depan akan lebih bersih dan ramah lingkungan, tak terkecuali nuklir.

Untuk itu PLN siap mengkaji energi alternatif tersebut sebagai salah satu sumber listrik bersih di Indonesia.

Darmawan menegaskan, di tengah pesatnya pertumbuhan energi bersih di Indonesia, energi nuklir menjadi salah satu hal yang perlu untuk dikaji. Apalagi, nuklir berpotensi menjadi salah satu backbone kelistrikan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah optimistis kolaborasi dalam pengkajian energi alternatif ini akan berdampak positif bagi proses transisi energi di tanah air.

Ruly menjelaskan, perkembangan tenaga nuklir saat ini sangat lah menonjol, bersifat lebih aman, lebih kecil dan bersifat modular sehingga mempunyai peran penting dalam lanskap pembangkitan listrik kita.

Dalam upaya menyukseskan transisi energi, Ruly berharap dapat membangun kemitraan strategis dalam jangka panjang dengan KHNP serta berbagai pihak.

Ruly menambahkan, pembangkit listrik tenaga nuklir diperlukan untuk mendukung transisi energi Indonesia. Pihaknya akan melakukan studi kelayakan terkait pembangkit listrik nuklir di Indonesia mengadaptasi teknologi reaktor modular kecil yang sudah dilakukan oleh Korea Selatan.

Perlu diketahui, KHNP merupakan satu-satunya perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Korea Selatan dan memiliki kompetensi serta keahlian yang komprehensif mengenai operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga nuklir, termasuk pelatihan dan kualifikasi operator, penanganan bahan bakar dan material nuklir, serta perizinan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Sementara itu, President & CEO KHNP, Joo Hwang mengapresiasi kerja sama antara kedua belah pihak dan mendukung target Indonesia dalam menuju Net Zero Emissions.

Joo Hwang menyampaikan harapannya bahwa MoU ini dapat menjalin hubungan kolaboratif yang mencakup pengenalan small modular reactor, penelitian dan pertukaran teknologi di bidang energi nuklir. Selain itu, kemitraan ini akan berkontribusi dalam mencapai tujuan Net Zero Emissions di Indonesia.

Joo Hwang menjelaskan bahwa KHNP adalah operator pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar ketiga di dunia yang secara aman dan andal dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir dan bahkan mengekspornya hingga ke UEA.