Saham-saham Teknologi Berguguran di Bursa Wall Street dan Bursa Asia

0
269

(Vibizmedia – Index) Bursa saham AS pada hari Senin ditutup turun, dengan Nasdaq 100 jatuh ke level terendah dalam 3 minggu tertekan lonjakan imbal hasil Treasury yang melemahkan saham-saham teknologi dan membebani pasar secara lebih luas. Imbal hasil Treasury bergerak lebih tinggi di tengah kekhawatiran bahwa pasar mungkin terlalu optimis terhadap kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga pada Q2-2024.

Imbal hasil T-note yang lebih tinggi pada hari Senin membebani saham-saham chip. Intel (INTC) ditutup turun lebih dari -3%. Selain itu, Advanced Micro Devices (AMD), Applied Materials (AMAT), Globalfoundries (GFS), dan Micron Technology (MU) ditutup turun lebih dari -2%. Selain itu, KLA Corp (KLAC), ON Semiconductor (ON), Marvell Technology (MRVL), Lam Research (LRCX), dan Western Digital (WDC) ditutup turun lebih dari -1%.

Pelemahan saham teknologi ternyata berlanjut ke bursa saham Asia hari ini.

Bursa saham Jepang berakhir turun pada hari Selasa, mengikuti penurunan di bursa Wall Street semalam karena investor terus menilai prospek kebijakan moneter.

Saham-saham teknologi memimpin penurunan, dengan kerugian tajam yang dialami oleh Tokyo Electron (-4%), Advantest (-6.2%), SoftBank Group (-1.7%), Disco Corp (-5.6%) dan Renesas Electronics (-5.2%).

Demikian juga pelemahan saham teknologi terjadi di bursa saham Korea Selatan.

Bursa saham Korea Selatan berakhir lemah pada hari Selasa karena berkurangnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunganya tahun depan.

Saham teknologi dan baterai menyeret turun indeks Kospi.

Pemimpin pasar Samsung Electronics kehilangan 1,93 persen menjadi 71.200 won, dan pembuat chip nomor dua SK Hynix anjlok 3,97 persen menjadi 125.900 won.