Profit Taking dari Rally 6 Pekan, IHSG Senin Ditutup Melemah ke Level 7.089

0
245
Vibizmedia Picture

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham penutupan Senin sore ini (11/12) melemah cukup signifikan 70,813 poin (0,99%) ke level 7.088,785 setelah dibuka turun ke level 7.131,214.

IHSG bergerak melemah oleh profit taking setelah rally 6 minggu berturut-turut, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan dalam gain oleh data ekonomi AS yang resilient.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah tajam 0,77% atau 120 poin ke level Rp 15.637, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menguat setelah menanjak; ditopang oleh data bertambahnya lapangan kerja (NFP) dan turunnya tingkat pengangguran AS.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.517, serta terpantau tergelincir ke sekitar 4,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 28,384 poin (0,40%) ke level 7.131,214. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,751 poin (0,50%) ke level 945,622. Siang ini IHSG melemah 40,270 poin (0,56%) ke level 7.119,327. Sementara LQ45 terlihat turun 0,86% atau 8,140 poin ke level 942,233.

IHSG kemudian lanjut terkoreksi dan ditutup melemah 70,813 poin (0,99%) ke level 7.088,785 8. Tercatat saat ini sebanyak 137 saham naik, 439 saham turun dan 190 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini variatif, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,50%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,81%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Petrosea (PTRO) -12,86%, Adi Sarana (ASSA) -7,88%, Gajah Tunggal (GJTL) -6,00%, dan Barito Renewables (BREN) -5,59%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di overbought area pada sekitar 15 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini mixed di antara bertambahnya deflasi China, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya melanjutkan uptrend-nya walau tetap diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.199 dan 7.252. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.025, dan bila tembus ke level 7.002.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group