Cuaca Kering di Brazil Membuat Harga Kopi Arabika Menjadi Mahal

0
195

(Vibizmedia – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin berakhir menguat tajam terpicu cuaca kering di Brazil yang dapat merusak tanaman kopi arabika dan meningkatkan harga.

Harga kopi arabika kontrak bulan Maret 2024 berkhir menguat tajam 3,92% pada 184,10.

Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin bahwa wilayah Minas Gerais di Brasil menerima curah hujan 36,5 mm dalam seminggu terakhir, atau 53% dari rata-rata historis. Minas Gerais menyumbang sekitar 30% tanaman arabika Brazil.

Peningkatan ekspor kopi dunia merupakan hal yang bearish bagi harga setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) melaporkan Jumat lalu bahwa ekspor kopi global pada bulan Oktober naik +0,9% y/y menjadi 9,53 juta kantong.

Faktor penurunan kopi adalah berkurangnya kekhawatiran akan pasokan. Selasa lalu, ICO memproyeksikan produksi kopi global pada tahun 2023/24 akan naik +5,8% y/y menjadi 178 juta kantong karena tahun panen dua tahunan yang luar biasa. ICO juga memproyeksikan konsumsi kopi global pada tahun 2023/24 akan meningkat +2,2% y/y menjadi 177 juta kantong, menghasilkan surplus 1 juta kantong kopi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan mencermati kondisi cuaca di Brazil, jika masih kering akan dapat menekan produksi tanaman kopi dan mengangkat harga. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, jika data inflasi AS terealisir turun akan dapat menekan dolar AS dan menguatkan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 186,98-189,87. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 178,68-173,27.